Pengurus Baru ORARI Banten 2026–2031 Dikukuhkan, Cak Noor Siapkan Langkah Nyata Perkuat Komunikasi dan Kesiapsiagaan Bencana
SERANG, BANTEN — Amanah baru telah disematkan. Di Sekretariat ORARI Daerah Banten, Jalan ORARI No. 4, Kelunjukan, Serang, para pengurus Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Banten periode 2026–2031 resmi dikukuhkan. Namun, bagi kepengurusan yang dipimpin Noor Sodiq (YB1RD), yang akrab disapa Cak Noor, pengukuhan bukanlah garis akhir sebuah proses organisasi. Justru, dari sinilah pekerjaan sesungguhnya dimulai.
Di hadapan para pengurus yang berasal dari sejumlah ORARI lokal, terbentang berbagai agenda yang menuntut perhatian dan kerja bersama. Mulai dari pembenahan infrastruktur komunikasi radio, pelaksanaan Ujian Negara Amatir Radio (UNAR), hingga penguatan dukungan komunikasi untuk kegiatan sosial dan penanganan kebencanaan.
Semua itu menjadi bagian dari pekerjaan rumah ORARI Daerah Banten untuk lima tahun ke depan. Tantangannya bukan semata menjalankan program yang telah direncanakan, melainkan memastikan setiap pengurus dan anggota bergerak dalam satu irama.
Bagi Cak Noor, kekompakan dan koordinasi menjadi modal penting agar organisasi tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, tetapi terus berkembang melalui kegiatan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun masyarakat.
“Kegiatan ORDA ke depan sudah menunggu, baik internal anggota maupun eksternal, seperti perbaikan RPU yang berlokasi di Citorek, kegiatan UNAR di Cilegon, dan Dukom (dukungan komunikasi),” jelas Cak Noor.
Dari Perbaikan RPU hingga Pembinaan Anggota
Salah satu agenda yang telah menanti adalah perbaikan Radio Pancar Ulang (RPU) di Citorek. Bagi komunitas amatir radio, keberadaan RPU memiliki peran penting dalam membantu memperluas jangkauan komunikasi dan menjaga kelancaran pertukaran informasi antarpengguna radio.
Karena itu, pembenahan fasilitas tersebut menjadi salah satu perhatian kepengurusan baru. Infrastruktur komunikasi yang berfungsi dengan baik diharapkan dapat menunjang aktivitas anggota sekaligus mendukung berbagai kegiatan organisasi.
Di sisi lain, agenda UNAR di Cilegon menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan amatir radio. Kegiatan ini tidak sekadar berkaitan dengan pemenuhan persyaratan untuk menjadi amatir radio, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun sumber daya manusia yang memahami tata cara berkomunikasi melalui radio secara tertib dan bertanggung jawab.
Dua agenda tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan ORARI tidak hanya berkaitan dengan perangkat dan frekuensi. Ada pula tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan komunitas, memperluas pembinaan anggota, serta memastikan kegiatan organisasi tetap berjalan sesuai tujuan.
Untuk mewujudkannya, Cak Noor menyadari bahwa pengurus tingkat daerah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan ORARI Lokal (ORLOK) dan para anggota menjadi bagian penting dalam menjalankan program-program yang telah disiapkan.
Menyatukan Langkah ORDA dan ORLOK
Organisasi yang memiliki jaringan hingga tingkat lokal membutuhkan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang terarah. Tanpa keduanya, program yang dirancang di tingkat daerah berpotensi berjalan sendiri-sendiri dan tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.
Atas dasar itu, pertemuan antara ORARI Daerah (ORDA) dan ORARI Lokal (ORLOK) akan dijadwalkan sebagai ruang untuk menyamakan langkah, membahas kebutuhan organisasi, sekaligus memperkuat hubungan antarpengurus.
“Ke depannya, agenda pertemuan dengan ORLOK dan ORDA akan dijadwalkan, supaya semua kegiatan ORARI, baik tingkat lokal maupun daerah, bisa bersinergi,” ungkap Cak Noor.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif. Melalui koordinasi yang baik, kebutuhan masing-masing lokal dapat dibicarakan bersama, sementara program tingkat daerah bisa diselaraskan dengan kondisi dan kemampuan di lapangan.
Bagi kepengurusan periode 2026–2031, sinergi bukan sekadar istilah dalam program kerja. Ia merupakan fondasi agar setiap kegiatan memiliki arah yang jelas, dukungan yang memadai, dan manfaat yang lebih luas.
Di antara berbagai agenda yang telah disiapkan, penguatan koordinasi tim CORE menjadi salah satu perhatian penting. Dalam situasi kebencanaan, komunikasi yang terputus atau informasi yang terlambat diterima dapat menyulitkan koordinasi di lapangan. Karena itu, kesiapan personel dan kejelasan alur komunikasi perlu dibangun sebelum keadaan darurat terjadi.
Cak Noor menyampaikan bahwa pertemuan khusus untuk CORE akan segera dilaksanakan. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat soliditas kepengurusan sekaligus meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi maupun menangani situasi kebencanaan.
“Untuk CORE akan segera diadakan pertemuan untuk semakin menyolidkan kepengurusan saat menghadapi atau menangani kebencanaan,” pungkasnya.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan dukungan komunikasi radio agar dapat dijalankan secara terkoordinasi ketika dibutuhkan. Dalam kondisi darurat, komunikasi yang efektif dapat membantu penyampaian informasi, mendukung koordinasi antarpihak, serta menunjang kelancaran kegiatan sesuai kapasitas dan peran masing-masing.
Bagi ORARI, keterlibatan dalam dukungan komunikasi kebencanaan juga merupakan wujud kontribusi kepada masyarakat. Kemampuan berkomunikasi melalui radio perlu diimbangi dengan kesiapan personel, kedisiplinan, dan koordinasi yang baik agar dukungan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
Karena itulah, memperkuat CORE tidak cukup hanya dengan membentuk tim. Diperlukan pula kebersamaan, komunikasi yang terjaga, serta kesiapan untuk bekerja bersama ketika situasi menuntut respons cepat.
Kompak dan Transparan Semangat kebersamaan yang menjadi perhatian Cak Noor sejalan dengan pesan Ketua Dewan Pengawas dan Penasihat (DPP) ORARI Daerah Banten, Darmansyah, dalam sambutannya.
Ia mengingatkan bahwa para pengurus yang berasal dari sejumlah ORARI lokal harus menjaga kekompakan dan transparansi dalam menjalankan amanah organisasi. Menurutnya, tanggung jawab kepengurusan bukan hanya berada di pundak ketua, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran.
“Seluruh pengurus dari beberapa lokal yang sudah mendapat kesempatan untuk menjadi pengurus harus kompak dan transparan. Ke depannya, kita harus membantu tugas ketua,” ujar Darmansyah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak cukup diukur dari banyaknya program yang direncanakan. Lebih dari itu, keberhasilan ditentukan oleh bagaimana setiap pengurus mengambil peran, membangun kepercayaan, dan menjalankan tanggung jawab secara terbuka.
Kekompakan dibutuhkan agar perbedaan pandangan dapat dikelola melalui musyawarah, sementara transparansi menjadi landasan untuk menjaga kepercayaan di antara sesama pengurus dan anggota.
Dengan demikian, kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja yang baik di atas kertas, tetapi juga mampu mewujudkannya melalui kerja sama yang konsisten.
Sebelum prosesi pengukuhan berlangsung, suasana kegiatan diawali dengan pembacaan kode etik amatir radio oleh Rana Putra (YB1RAP) dan Meiliyanti (YD1SEA). Pembacaan tersebut diikuti oleh seluruh anggota yang akan dikukuhkan.
Momen ini menjadi bagian penting dari rangkaian acara, mengingat aktivitas amatir radio tidak hanya berkaitan dengan keterampilan teknis, tetapi juga menuntut etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.
Prosesi kemudian berlanjut dengan pertanyaan dari Ketua ORARI Daerah Banten mengenai kesediaan para anggota untuk menjalankan amanah sebagai pengurus periode 2026–2031. Seluruh anggota menjawab serentak, menyatakan kesediaan mereka.
Setelah itu, surat keputusan kepengurusan dibacakan, disusul pemanggilan nama para pengurus satu per satu oleh Cak Noor untuk mengikuti prosesi pengukuhan.
Rangkaian tersebut menandai dimulainya tanggung jawab baru bagi jajaran pengurus. Di balik setiap nama yang dipanggil dan setiap amanah yang diterima, terdapat harapan agar organisasi mampu bergerak lebih solid, memperkuat pembinaan, dan menjaga kebermanfaatannya bagi masyarakat.
Lima Tahun untuk Bergerak Bersama
Pengukuhan pengurus ORARI Daerah Banten periode 2026–2031 membawa harapan sekaligus tanggung jawab. Agenda perbaikan RPU di Citorek, UNAR di Cilegon, penguatan Dukom, hingga konsolidasi CORE menjadi sejumlah pekerjaan yang menunggu untuk ditindaklanjuti.
Namun, seluruh agenda tersebut akan bergantung pada kemampuan pengurus untuk menjaga koordinasi dan membangun sinergi dengan ORARI lokal serta anggota. Perangkat komunikasi yang memadai perlu ditunjang oleh sumber daya manusia yang siap, sedangkan program organisasi membutuhkan keterlibatan bersama agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Cak Noor, kekompakan, transparansi, dan koordinasi menjadi pesan penting yang mengiringi awal perjalanan kepengurusan baru. Tantangannya kini adalah menerjemahkan pesan tersebut ke dalam langkah nyata, satu demi satu.
Sebab, bagi organisasi amatir radio, kekuatan tidak hanya terletak pada perangkat yang digunakan atau jangkauan komunikasi yang dimiliki. Kekuatan juga tumbuh dari orang-orang yang bersedia saling mendukung, menjaga kepercayaan, dan bekerja bersama untuk tujuan yang sama.
Dari Sekretariat ORARI Daerah Banten di Serang, perjalanan lima tahun ke depan pun dimulai. Dengan semangat kebersamaan dan kesiapan menjalankan amanah, ORARI Daerah Banten diharapkan semakin solid sebagai wadah pembinaan amatir radio sekaligus mitra masyarakat dalam kegiatan sosial dan dukungan komunikasi, termasuk ketika bencana membutuhkan koordinasi dan informasi yang cepat serta tepat.
Kontributor Berita
Callsign
