500 Pramuka Ikuti JOTA-JOTI 2026 di Banten, Belajar Komunikasi Radio untuk Kesiapsiagaan Bencana
SERANG – Sebanyak 500 anggota Pramuka mengikuti kegiatan Jamboree on the Air–Jamboree on the Internet (JOTA-JOTI) 2026 yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Banten. Melalui kolaborasi dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI), para peserta tidak hanya mengenal dunia komunikasi radio amatir, tetapi juga mempelajari perannya dalam mendukung komunikasi darurat saat terjadi bencana.
Kegiatan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal teknologi komunikasi radio secara langsung. Dalam sesi bersama ORARI, peserta mendapatkan materi mengenai komunikasi radio amatir, dilanjutkan dengan praktik menggunakan perangkat radio serta pengenalan komunikasi melalui kode Morse.
Sekretaris Daerah ORARI Banten, Rana Putra, menyampaikan materi kepada para peserta yang tampak antusias mengikuti penjelasan mengenai dunia radio amatir. Mereka juga diperkenalkan dengan penggunaan frekuensi pada pita 2 meter (2 meter band) dan 40 meter (40 meter band).
Pengalaman tersebut memberikan wawasan baru bagi peserta mengenai cara kerja komunikasi radio, termasuk istilah dan identitas panggilan atau callsign yang digunakan oleh operator radio amatir.
Salah seorang peserta, Jota Joti, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, sesi pengenalan radio amatir membuka pengetahuan baru yang sebelumnya belum banyak ia ketahui.
“Saya sangat senang sekali mengikuti kegiatan ini. Banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui tentang dunia radio amatir, seperti callsign YD, YC, dan YB,” ujarnya
Antusiasme peserta menjadi salah satu gambaran bahwa JOTA-JOTI tidak hanya menjadi ajang pertemuan Pramuka, tetapi juga sarana pembelajaran yang mempertemukan kegiatan kepramukaan dengan keterampilan komunikasi dan teknologi.
Ketua ORARI Daerah Banten, Noor Sodiq dengan callsign YB1RD, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari upaya ORARI memperluas pemanfaatan komunikasi radio, khususnya untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Menurutnya, komunikasi radio amatir dapat menjadi salah satu alternatif ketika infrastruktur komunikasi lain mengalami gangguan akibat bencana. Karena itu, pengenalan radio kepada generasi muda dinilai penting agar mereka memahami fungsi dan pemanfaatannya dalam situasi darurat.
JOTA-JOTI sendiri merupakan kegiatan kepramukaan berskala internasional yang menghubungkan anggota Pramuka dari berbagai negara melalui komunikasi radio amatir dan internet. Pelaksanaannya menjadi wadah bagi peserta untuk bertukar pengalaman, memperluas pertemanan, serta mengembangkan keterampilan melalui berbagai aktivitas edukatif.
Di Banten, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan peran ORARI kepada kalangan Pramuka. Melalui materi dan praktik langsung, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai komunikasi radio sekaligus pentingnya kesiapan menghadapi situasi darurat.
Kolaborasi Kwarda Gerakan Pramuka Banten dan ORARI diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan edukatif. Dengan demikian, JOTA-JOTI tidak hanya menjadi pengalaman berkesan bagi peserta, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki keterampilan komunikasi, kepedulian sosial, dan pemahaman terhadap mitigasi bencana.(orda Banten)
Kontributor Berita
Callsign
