ORARI Lokal

ORARI LOKAL ACEH BESAR GELAR SES MENGENANG 420 TAHUN GUGURNYA LAKSAMANA MALAHAYATI

Aceh Besar – Dalam rangka mengenang 420 tahun gugurnya Pahlawan Nasional Laksamana Malahayati, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Aceh Besar akan menggelar kegiatan Special Event Station (SES) Mengenang 420 Tahun Gugurnya Laksamana Malahayati yang menjangkau seluruh nusantara hingga dunia.

Peringatan ini mengacu pada peristiwa heroik di perairan Selat Malaka dekat Aceh Besar, di mana sang Laksamana wanita itu gugur dalam penyerangannya terhadap armada laut Portugis pada 30 Juni 1606.

Laksamana Malahayati dikenal sebagai pahlawan nasional wanita kebanggaan Indonesia asal Aceh Besar. Ia juga diakui sebagai Laksamana laut wanita pertama di dunia pada abad ke-15. Sebagai Panglima Angkatan Laut Kesultanan Aceh, ia mendirikan Armada Inong Balee—pasukan yang terdiri dari para janda yang suaminya gugur di medan perang melawan Belanda dan Portugis.

Ketua ORARI Lokal Aceh Besar, Eriadi Agam (YC6BSB), memaparkan pentingnya kegiatan ini diselenggarakan untuk memupuk semangat juang tinggi Laksamana Malahayati pada generasi muda Indonesia dalam membela kepentingan bangsa dan negara.

“Semangat juang Laksamana Malahayati harus terus berkobar dalam sanubari setiap rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh, dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan perdamaian dunia lewat persatuan dan kontribusi karya-karya inovatif bagi kemajuan bangsa dan negara di masa depan,” ujar Eriadi Agam.

Kegiatan Special Event Station ini nantinya akan menggunakan nama panggil/Callsign 8A420LM. Eriadi Agam berharap melalui kegiatan ini, pesan tentang semangat perjuangan wanita Indonesia asal Aceh Besar di masa lalu yang masih terus bergelora hingga kini dapat dipancarkan ke seluruh nusantara dan dunia melalui frekuensi 2 meter band dan 40 meter band lewat radio Allband.

Dalam catatan sejarah, Laksamana Malahayati pernah menewaskan Panglima Armada Laut Belanda bernama Cornelis de Houtman di atas geladak kapalnya serta membakar seluruh kapal-kapal milik VOC Belanda. Sulitnya menaklukkan para pejuang Aceh ini membuat Belanda hanya mampu memijakkan kakinya di bumi Kesultanan Aceh saat ini hanya selama 3,5 tahun.

Dalam pertempuran sengit melawan armada laut Portugis yang dipimpin Laksamana Afonso de Castro, Malahayati tetap memimpin pasukannya meskipun akhirnya ia gugur di laut Selat Malaka. Kepergiannya di medan laga inilah yang membuat kisahnya dikenang sebagai sosok syahid atau gugur sebagai pejuang bangsa hingga saat ini.

Sepanjang kariernya, Malahayati terlibat dalam sejumlah pertempuran besar, antara lain:

Perang Aceh-Belanda tahun 1599, Perang Aceh-Portugis di perairan Selat Malaka tahun 1575 dan Perang Aceh-Portugis di perairan Krueng Raya tahun 1606.

Laksamana Malahayati gugur pada tanggal 30 Juni 1606 saat menyerang armada laut Portugis yang hendak masuk ke perairan nusantara lewat Selat Malaka. Beliau gugur pada usia ke 56 tahun dengan pangkat terakhir Laksamana pada Armada Angkatan Laut Kesultanan Aceh yang saat itu didukung oleh Kesultanan Turki Utsmaniyah.

Atas jasa perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia mengukuhkan Laksamana Malahayati sebagai Pahlawan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor: 115/TK/2017 tanggal 6 November 2017.

Kegiatan Special Event Station ini nantinya diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali meneladani nilai-nilai kepahlawanan dan keberanian Laksamana Malahayati dalam mempertahankan kedaulatan dan kehormatan bangsa. [ ]

Kontributor Berita

Humas ORARI Lokal Aceh Besar

Callsign

YD6ART
Translate »