Apel Siaga Karhutla 2026: Kota Sabang Perkuat Kesiapsiagaan, ORARI Lokal Kota Sabang Siap Dukung Komunikasi
SABANG — Pemerintah Kota Sabang menggelar Apel Siaga Gelar Pasukan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Kota Sabang sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan serta memastikan seluruh unsur terkait siap bergerak cepat ketika terjadi kondisi darurat.
Apel siaga tersebut diikuti oleh berbagai unsur yang terlibat dalam penanggulangan bencana dan kebakaran. Sejumlah armada pemadam kebakaran serta personel dari berbagai instansi turut disiagakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasional di lapangan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, komunikasi dan koordinasi lintas sektor, sehingga apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu.
Komunikasi Menjadi Bagian Penting dalam Penanganan Darurat Kebencanaan Karhutla.
Ketua DPP ORARI Lokal Kota Sabang (YC6BH/Husaini), menyampaikan bahwa dalam setiap kondisi kedaruratan, komunikasi merupakan salah satu unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dari proses penanganan bencana.
“ORARI siap mendukung upaya pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam penanganan Karhutla, khususnya dari sisi komunikasi. Dalam situasi darurat, informasi yang cepat, akurat dan dapat diteruskan kepada pihak yang tepat sangat diperlukan agar respons di lapangan dapat berjalan efektif,” ujar beliau.
Menurutnya, dengan keberadaan organisasi amatir radio dapat menjadi salah satu unsur pendukung komunikasi ketika terjadi gangguan atau keterbatasan jaringan komunikasi konvensional.
Anggota ORARI Lokal Kota Sabang agar bisa standby di frekuensi 146.020 MHz +600 dengan tone 88,5 Hz. Frekuensi ini menjadi salah satu sarana komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, koordinasi maupun laporan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan respons cepat di lapangan,” ujar KBOT ORARI Lokal Kota Sabang (YC6CZD/M.Reza).
“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang personel dan peralatan, tetapi juga bagaimana kita mampu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan cepat. Karena itu, ORARI akan terus berupaya mengambil bagian dalam mendukung komunikasi kebencanaan di Kota Sabang,” tambahnya.
Melalui apel siaga ini, diharapkan seluruh unsur semakin siap menghadapi potensi Karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan.
Karhutla dapat dicegah. Kesiapsiagaan dan sinergi semua pihak menjadi kunci untuk melindungi lingkungan serta masyarakat Kota Sabang. (Yd6Asl)
Kontributor Berita
Callsign
