Latih Kesiapsiagaan Bencana, CORE ORLOK Rejang Lebong Gelar Simulated Emcomm 2026
Kegiatan Simulated Emcomm 2026 ORARI Lokal Rejang Lebong, Rabu 04/02/2026 berjalan sukses. Latihan Komunikasi Radio saat kebencanaan, darurat pertolongan dan pencarian ini diikuti oleh anggota CORE (Communication in Rescue and Emergency), BPBD Rejang Lebong, Tagana Rejang Lebong, Rafflesia Navigator, Pokdarwis Air Bening, Suber Urip dan IV Suku Menanti.
“Adapun tujuan dari pelaksanaan Simulated Emcomm 2026 ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan komunikasi radio dalam menghadapi bencana dan keadaan darurat, memastikan keterpaduan jaringan komunikasi amatir radio dengan lembaga pemerintah dan masyarakat, menumbuhkan solidaritas dan pengabdian anggota ORARI, terhadap kemanusiaan dan mengembangkan kapasitas teknis dan operasional pelaksana/penanggungjawab tanggap darurat daerah, pelaksana operasi pertolongan dan penyelelamatan dalam komunikasi darurat berstandar internasional.” Ujar Akmal Damiri, S.Sos YB4PKL selaku Ketua Panitia.
Petugas yang bertindak sebagai NCS di Club Station YH4MC adalah YB4PKL dan YC4MSU pada frekuensi 145.000 MHz. Beberapa stasiun radio baik dari CORE ORARI yang terbagi manjadi 5 regu dan 3 Stasiun radio Pokdarwis melaporkan simulasi berita darurat kepada Station Control YH4MC di Jalan Iskandar Ong Curup.
Berita simulasi kedaruratan antara lain berita kejadian bencana, laporan cuaca, laporan posisi personil di lapangan, koordinat tim SAR dan koordinasi informasi darurat lainnya. Berita ini diteruskan kepada stasiun radio BPBD Kabupaten Rejang Lebong dan BASARNAS.
Syahadi YB4RWH selaku Koordinator kegiatan Simulated Emcomm 2026 mengungkapkan bahwa, “Peran ORARI Lokal Rejang Lebong dengan Club Staion YH4MC dalam kesiapsiagaan daerah saat kebencanaan, darurat, pencarian dan pertolongan meliputi menyediakan komunikasi radio darurat (Emergency Communication Support), menyelenggarakan pelatihan komunikasi radio dan simulasinya dalam kesiapsiagaan bencana, memberikan dukungan komunikasi radio dalam operasi penyelamatan dan evakuasi masyarakat terdampak serta menyediakan sistem jaringan komunikasi radio alternatif jika sistem telekomunikasi publik terganggu.”
Dengan latihan ini untuk mengukur keterjangkauan stasiun YH4MC untuk menerima berita melalui radio komunnikasi dengan jarak lebih dari 25 km dengan frekuensi VHF, menjangkau pelosok di kecamatan-kecamatan di wilayah Rejang Lebong, serta menerima pancaran dari perangkat kecil HT maupun radio rig.
Kabupaten Rejang Lebong yang merupakan wilayah dengan banyak potensi wisata dirasa perlu dipersiapkan dukungan komunikasi radio saat darurat terutama dalam mendukung kemajuan dan memberi rasa aman kepada wisatawan.
ORARI Lokal Rejang Lebong berkomitmen mendukung kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dan kedaruratan dengan membangun jaringan komunikasi dengan instansi dan lembaga terkait.
Diakhir kegiatan, tercatat 18 berita laporan simulasi kedauratan dan kebencanaan yang diterima oleh stasiun kendali YH4MC, sukses berlangsung selama sekitar 90 menit. (4rwh)
