ORARI Aceh dan Lokal Banda Aceh Bersinergi Dirikan Posko Utama Komunikasi di Kompleks Kantor Gubernur
Bekerjasama dengan Dinas Kominfo dan Persandian Aceh, Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Aceh bersama ORARI Lokal Banda Aceh resmi mendirikan Posko Utama Komunikasi di Kompleks Kantor Gubernur Aceh. Langkah ini menjadi bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung kelancaran arus informasi pada situasi darurat maupun kegiatan pemerintahan yang memerlukan dukungan komunikasi terpadu dan andal.
Menggunakan Mobil Komunikasi Darurat dan Tower dari Diskominfo dan Persandian Aceh, posko ditempatkan di pusat pemerintahan sebagai strategi penting untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga kebencanaan, dan relawan komunikasi amatir. Keberadaannya diharapkan mampu memastikan seluruh informasi krusial tersampaikan secara cepat, akurat, dan terkoordinasi—terutama mengingat Aceh merupakan wilayah dengan kerentanan tinggi terhadap bencana seperti gempa bumi, banjir, dan cuaca ekstrem.
Ketua ORARI Daerah Aceh, T. Marzuki (YB6AK), menegaskan bahwa pendirian posko ini tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Para amatir radio yang bertugas telah dibekali pelatihan komunikasi darurat, manajemen posko, serta pengoperasian perangkat berfrekuensi tinggi dan rendah. Dengan demikian, jalur komunikasi tetap dapat berfungsi meski jaringan konvensional mengalami gangguan.
Ketua ORARI Lokal Banda Aceh, Julizar (YC6BKO) yang di tunjuk langsung oleh ORARI Daerah selaku koordinator Posko Komunikasi ORARI, menyampaikan bahwa sinergi antara ORARI Aceh dan ORARI Lokal Banda Aceh menjadi penguatan penting bagi jaringan komunikasi berbasis organisasi. “Posko ini beroperasi 24 jam untuk memastikan setiap informasi penting dapat tersampaikan tanpa hambatan, terutama saat terjadi cuaca ekstrem atau ketika pemerintah membutuhkan kanal komunikasi tambahan,” ujarnya.
Dalam perkembangan terbaru, Julizar turut melaporkan kondisi komunikasi dari wilayah Langsa yang sebelumnya mengalami gangguan. Berkat kerja sama tim ORARI Aceh, Banda Aceh, dan Aceh Besar, komunikasi berhasil menembus Langsa pada waktu magrib. Laporan dari anggota ORARI Nasrul Deddi Hakim (YD6APA) menyebutkan bahwa listrik mulai menyala sekitar pukul 18.30 WIB, namun jaringan internet dan telepon masih terputus. Meski air sudah surut, lumpur dan puing masih menutupi sejumlah ruas jalan. Informasi tersebut telah diteruskan ke Posko Data Pemerintah Aceh.
Komunikasi juga dijalin dengan Aceh Tamiang melalui Radio Ichsan (YB6CX). Dari laporan yang diterima, bantuan melalui helikopter hanya dapat menjangkau dua desa di Kecamatan Kejuruan Muda. Dengan estimasi penduduk mencapai 310.000 jiwa di 11 kecamatan, alternatif bantuan melalui laut dinilai lebih memungkinkan. Informasi jalur bantuan, termasuk opsi melalui Pelabuhan Pertamina dan distribusi menggunakan kapal nelayan maupun jalur darat, kini telah menjadi bahan koordinasi lintas instansi.
Bupati Aceh Tamiang turut menyampaikan terima kasih kepada ORARI Aceh dan Lokal Banda Aceh atas keberhasilan menembus komunikasi radio sejak dua hari terakhir. Informasi tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam menyampaikan kondisi terkini di wilayah Tamiang.
Sebagai pusat koordinasi, Posko Utama Komunikasi dilengkapi berbagai perangkat seperti radio analog dan digital, antena pemancar berdaya tinggi, dan fasilitas pendukung lainnya. Para anggota ORARI melakukan monitoring rutin pada frekuensi darurat serta menerima laporan dari berbagai wilayah yang membutuhkan dukungan komunikasi.
Pemerintah Aceh mengapresiasi berdirinya posko tersebut dan berharap keberadaannya mampu mempercepat alur informasi antarinstansi, khususnya saat terjadi kondisi darurat. ORARI dinilai sebagai mitra strategis yang telah terbukti berperan penting dalam penanggulangan bencana dan manajemen informasi darurat.
Dengan beroperasinya posko sejak pagi hingga malam ini, ORARI Aceh dan ORARI Lokal Banda Aceh kembali menegaskan peran vital komunitas amatir radio dalam menjaga ketahanan komunikasi di Aceh. Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan komunitas komunikasi diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan layanan bagi masyarakat, memastikan Aceh tetap tangguh menghadapi tantangan ke depan.
Kontributor Berita
Callsign
