ORARI Lokal

Uji Coba Komunikasi Satelit IO-86SAT/LAPAN-A2, ORARI Lokal Kota Sabang Berhasil Menghubungkan Ujung Barat dan Timur Indonesia

ORARI Lokal Kota Sabang kembali menunjukkan kemampuan dan kemajuan teknologi komunikasi satelit nasional melalui keberhasilan uji coba komunikasi menggunakan satelit amateur radio IO-86SAT/LAPAN-A2 yang sukses menghubungkan Kota Sabang, Aceh sebagai titik paling barat Indonesia dengan Kabupaten Jayapura, Papua di wilayah timur Indonesia.

Uji coba komunikasi satelit tersebut dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026 melalui satelit IO-86 menggunakan mode komunikasi FM pada frekuensi uplink 145.880 MHz dan downlink 435.880 MHz. Berdasarkan data SatMatch, lintasan satelit memungkinkan terjadinya overlapping pass antara grid locator NJ75Pu dan QI07en dengan jarak komunikasi mencapai sekitar 5.095 kilometer.

Dalam kegiatan tersebut, stasiun amatir radio dari Kota Sabang, yaitu YD6ATL – Khaizan Aqshal (12 Tahun) berhasil melakukan kontak komunikasi via satelit dengan dua stasiun amatir radio dari Kabupaten Jayapura, Papua, yakni: YD9UMQ – Zainul Arifin, YD9VMH – Eko Purnomo. Kedua stasiun dari Papua tersebut berada di wilayah Waibu dan Kabupaten Jayapura dengan QTH Locator QI07en, ITU Zone 51 dan CQ Zone 28.

Komunikasi berlangsung melalui satelit LAPAN-A2/IO-86 yang dikenal sebagai salah satu satelit karya anak bangsa Indonesia hasil pengembangan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang saat ini menjadi bagian dari BRIN. Satelit ini tidak hanya digunakan untuk kepentingan pengamatan bumi dan maritim, namun juga mendukung aktivitas komunikasi amatir radio melalui transponder V/U FM.

Keberhasilan komunikasi ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan karena membuktikan bahwa komunikasi satelit amatir radio mampu menjangkau wilayah Nusantara dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia hanya melalui perangkat radio dan dukungan satelit di orbit rendah bumi (LEO).

Selain sebagai ajang pembuktian kemampuan teknis perangkat dan operator, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan sesama amatir radio Indonesia. Semangat kolaborasi dan eksperimen teknologi yang dilakukan menunjukkan bahwa komunitas amatir radio tetap aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi dan teknologi satelit di Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dunia amatir radio satelit yang tidak hanya berkaitan dengan komunikasi, tetapi juga edukasi teknologi, antariksa, propagasi radio, serta pengembangan keterampilan teknis dan kedisiplinan operasional.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak operator amatir radio Indonesia yang tertarik mengembangkan komunikasi satelit dan memanfaatkan satelit nasional sebagai sarana eksperimen, edukasi, serta memperkuat jaringan komunikasi kebangsaan dari Sabang sampai Merauke.

“Dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia, satelit mempersatukan komunikasi dan persaudaraan.”

Kontributor Berita

Iskandar

Callsign

YD6ASL
Translate »