ORARI Tegaskan Peran Strategis Komunikasi Darurat Saat Blackout Total Sistem Nasional
Jakarta — Ketua Umum ORARI, Donny Imam Priambodo, ST, MM (YB0DX), pada Rabu, 7 Januari 2026, melakukan kunjungan kerja ke Kantor BSSN di Ragunan, Jakarta.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han di Ruang Rapat NCC. Dalam pertemuan tersebut, kedua pimpinan saling bertukar cinderamata, dan ORARI secara resmi menganugerahkan Callsign Kehormatan YB2NSB kepada Kepala BSSN sebagai simbol kehormatan dan kemitraan strategis.
Turut mendampingi Ketua Umum ORARI dalam kunjungan kerja ini sejumlah pengurus ORARI Pusat, yakni OM Dadung Nugroho (YD0DDG) selaku Kepala Biro Hubungan Luar Negeri, OM Surya Anggardinata (YD0SAR) selaku Wakil Sekretaris Jenderal, OM Rudy Taryana (YC2TRD) selaku Bendahara Umum, serta OM Chandra (YB0CI) selaku Kepala Biro Hubungan Antar Lembaga.
Organisasi Amatir Radio Indonesia (Organisasi Amatir Radio Indonesia/ORARI) kembali menegaskan peran strategisnya sebagai pilar ketahanan komunikasi nasional dalam menghadapi skenario blackout total sistem nasional. Skenario ini mencakup lumpuhnya pasokan listrik, jaringan seluler, internet, satelit, hingga pusat data—kondisi yang berpotensi memutus rantai komando dan arus informasi negara.

Sejak dirintis oleh Mayjen TNI (Purn) dr.Roebiono Kertopati dan berdiri secara institusional pada tahun 1968, ORARI telah memikirkan jauh ke depan tentang pentingnya komunikasi independen yang mampu bertahan dalam situasi krisis.
Blackout total dapat dipicu oleh serangan siber strategis, kegagalan infrastruktur kritikal, maupun bencana alam berskala besar—dan pada titik itulah radio non-internet protokol menjadi krusial.
Posisi Strategis ORARI
ORARI merupakan cadangan strategis komunikasi nasional yang dapat beroperasi tanpa ketergantungan listrik dan internet. Dengan jaringan radio HF, VHF, dan UHF yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, ORARI siap menjaga kesinambungan komunikasi lintas wilayah, bahkan ketika seluruh sistem digital gagal berfungsi.
Fungsi Kunci ORARI Saat Blackout
Dalam kondisi darurat nasional, ORARI menjalankan fungsi-fungsi utama berikut:
1.Menjaga kesinambungan komunikasi pemerintah pusat–daerah.
2.Menyediakan jalur komunikasi darurat bagi wilayah terisolasi.
3.Menjadi last line of communication ketika seluruh sistem digital tidak dapat digunakan.
4.Mendukung pengambilan keputusan nasional melalui laporan situasi lapangan real-time non-digital.
Mekanisme Emergency Communication
Operasional komunikasi darurat ORARI dilakukan melalui:
•Aktivasi Emergency Net Nasional ORARI.
•Operasi berbasis radio mandiri, operator terlatih, serta sumber daya listrik alternatif (baterai, genset, dan tenaga surya).
•Prosedur komunikasi yang ringkas, terstandar, dan disiplin tinggi.
Sinergi ORARI–BSSN
Dalam konteks ketahanan nasional, sinergi ORARI dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi kunci.
BSSN berperan dalam penetapan status darurat komunikasi nasional serta pengamanan informasi strategis negara. Sementara itu, ORARI bertindak sebagai eksekutor lapangan komunikasi darurat dan penyedia jalur komunikasi independen berbasis protokol non-internet.
Nilai Strategis bagi Negara
Peran ORARI memberikan nilai strategis nyata, antara lain:
•Menjamin ketahanan komunikasi nasional.
•Mencegah total communication collapse.
•Memperkuat resiliensi nasional dalam situasi krisis.
•Menjaga kepercayaan publik terhadap negara.
Dalam kondisi blackout all system, radio bukan sekadar opsi cadangan—melainkan kebutuhan strategis negara. ORARI siap menjalankan peran sebagai penjaga kesinambungan komunikasi nasional ketika seluruh sistem lain tidak berfungsi.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen bersama ORARI dan BSSN dalam memperkuat ketahanan komunikasi nasional demi menjaga keberlangsungan negara di tengah ancaman krisis multidimensi.
Ke depan, ORARI akan melakukan kerjasama antara ORARI–BSSN tentang Emergency Communication saat blackout nasional serta Protokol aktivasi nasional komunikasi radio darurat.

