Peringatan Hari Amatir Radio International, ORARI melawan Covid-19

Jakarta,, NAWACITAPOST – Dalam sejarah pendirian amatir Internasional, tercatat bahwa pada tanggal 18 April 1925 dibentuk International Amateur Radio Union (IARU) di Paris, dan selanjutnya setiap tanggal 18 April diperingati sebagai “World Amateur Radio Day”.

IARU telah berkembang dari 25 negara yang membentuk IARU pada tahun 1925 menjadi lebih dari 160 negara di tiga wilayah. Wilayah IARU 1 meliputi Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan Asia Utara. Wilayah 2 meliputi Amerika, dan Wilayah 3 terdiri dari Australia, Selandia Baru, negara kepulauan Pasifik, dan sebagian besar Asia, termasuk Indonesia.

Di setiap negara hanya ada satu organisasi amatir radio yang menjadi anggota IARU, dan sejak tahun 1977 Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) telah menjadi anggota IARU. Keberadaan ORARI sangat diakui di dunia internasional dan ORARI telah berhasil menyelenggarakan beberapa event internasional, antara lain Konvensi Amatir Radio South East Asia (SEANET Convention) dan Konferensi IARU Region 3, demikian disampaikan Suryo Susilo, Sekretaris Jenderal ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) saat dihubungi awak media, Sabtu, 17 April 2021 malam di Jakarta.

Menurut Suryo, pengakuan keberadaan ORARI di tingkat International dapat di buktikan ketika penyelenggaraan Konferensi ke-17 IARU Region-3 yang berlangsung di Korea Selatan tahun 2018 telah terpilih Sdr. Wisnu Wijaya-YBØAZ dari ORARI sebagai Chairman IARU Region 3, beserta 3 orang dari ORARI sebagai Koordinator dan 2 orang dari ORARI sebagai Staff Pengurus IARU Region 3, tentunya capaian prestasi tersebut tidak terlepas dari peran masyarakat yang selama ini mengandrungi kegiatan amatir radio ini.

Suryo menambahkan, ORARI dikenal masyarakat dari kegiatan dukungan komunikasi (DUKOM) yang dilakukan anggota ORARI, baik dalam keadaan bencana maupun bukan bencana, selain itu, untuk mendukung mitigasi bencana, bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), berhasil membuat satelit LAPAN-ORARI/LAPAN A-2 (IO-86) yang telah diluncurkan dari India pada tahun 2015, dan yang membanggakan adalah bahwa satelit LAPAN-ORARI merupakan satelit buatan bangsa Indonesia sendiri. Pengurus ORARI di beberapa daerah, terutama di daerah yang belum terjangkau internet, juga turut serta memberikan DUKOM untuk membantu Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Pada kondisi pandemi Covid-19, tentunya ORARI juga ikut ambil bagian dalam upaya mencegah penyebaran virus mematikan itu, melalui aktivitas Pengurus ORARI di tingkat Pusat, Daerah (Provinsi) maupun Lokal (Kabupaten/Kota) yang telah turut serta secara aktif sebagai relawan dalam Gugus Tugas Covid-19 serta turut menyebarkan informasi dan melakukan sosialisasi penanggulangan Covid-19.” Tukas Suryo Susilo.

Lebih lanjut Suryo juga menjelaskan bahwa Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ORARI Pusat telah mengeluarkan surat yang meminta ORARI Daerah dan Lokal tidak melakukan kegiatan yang melibatkan massa. ORARI Pusat, ORARI Daerah dan Lokal juga melakukan kampanye memakai masker, cuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, jaga jarak, menghindari kerumunan dan sedapat mungkin tetap di rumah, serta mendukung kegiatan vaksinasi yang sedang dilakukan Pemerintah.

“Melalui Satelit LAPAN-A2/LAPAN-ORARI juga terus dilakukan anjuran kepada masyarakat di seluruh Indonesia untuk menggunakan masker saat keluar rumah, dan apabila tidak ada keperluan mendesak agar tetap di rumah saja”, pungkas Suryo.

(Tricahyo)

sumber : https://nawacitapost.com/advertorial/2021/04/18/peringatan-hari-amatir-radio-international-orari-melawan-covid-19/

Bagikan Artikel ini :