Operasi SAR POSSI Dan ORARI Hari Ke 5 SRIWIJAYA AIR SJ-182

Foto: Hendry Risjawan

ORARI(14/1). Tim relawan selam gabungan penyelam POSSI (Pesatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) dan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Jakarta berangkat menuju lokasi yang diperkirakan menjadi titik jatuhnya pesawat SJ-182 Sriwijaya Air, Rabu pagi, 13 Januari 2021.

Namun demikian, ketika mendekat ke lokasi, penyelam POSSI-ORARI Jakarta terpaksa balik kanan menuju Posko 2 Pantai Mutiara Pluit, Jakarta Utara, disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi. “Kita tidak bisa melakukan penyelaman karena cuaca buruk dan angin kencang,” kata Jajang dari tim selam POSSI kepada tim komunikasi ORARI Jakarta melalui telepon jarak jauh.

Keterangan Jajang ditegaskan oleh Wiradani, kapten kapal Antasena yang mengangkut tujuh personil selam POSSI-ORARI Jakarta, “Kami memutuskan kembali ke dermaga TB 16 Pantai Mutiara karena cuaca buruk,” ujarnya, Rabu pagi.

Wiradani menambahkan, “Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan kami sempat berlindung di Pulau Untung Jawa. Bahkan saat kami mencoba mendekat ke lokasi di Pulau Lancang, kapal kami dihantam ombak besar di Pulau Rambut.” “Mohon maaf, evakuasi atau pencarian korban pesawat Sriwijaya Air pagi ini terpaksa tidak kami lakukan,” tuturnya.

Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 jatuh di perairan Kepulaun Seribu, Jakarta, pada Sabtu, 9 Januari 2021. Menurut data manifes yang beredar, burung besi ini saat terbang dari Jakarta menuju Pontianak KaliMantan Barat, mengangkut 62 orang termasuk kru pesawat dan pilot. Namun setelah mengudara dari bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu pukul 14.36 WIB mencium air laut empat menit kemudian atau tepatnya pada pukul 14.40 WIB.

Dari hasil temuan berupa serpihan dan potongan tubuh jenazah penumpang yang disampaikan di depan wartawan oleh Basarnas seluruhnya tidak ada yang utuh.

“Alhamdulillah pasukan kami dari TNI AL berhasil menemukan Flight Data Recorder pada Selasa petang. Kami berharap hasil temuan ini bisa dianalisa oleh KNKT untuk mengetahui penyebab kecelakaan pesawat,” kata Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media, Selasa petang 13 Januari 2021.

Hadi mengimbuhkan, tim selam gabungan TNI-Polri, Basarnas dan seluruh potensi tetap akan bekerja keras menemukan data pembicaraan pilot dengan menara pengawas. “Hingga ini, kami belum menemukan Voice Data Recorder. Data tersebut sangat penting untuk mengetahui penyebab tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air.”(tfb)

Laporan dari Tim Selam POSSI-ORARI Jakarta – CHOIRUL AMINUDDIN – YD0AQC


Sumber: H.R.GINANJAR TAUFIQ S.IP,M.SI – YB0GIN
sumber/foto: https://yd2tfb.wordpress.com/

Bagikan Artikel ini :