Onno W. Purbo Raih Penghargaan Internet Dunia Jonathan B. Postel Service Award

Onno W. Purbo, pakar teknologi informasi Indonesia dan Dosen IIB Darmajaya. Foto: Dok. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

Jakarta (14/11). Pakar teknologi informasi asal Indonesia, Onno W. Purbo, baru saja menerima penghargaan Jonathan B. Postel Service Award dari Internet Society (ISOC). Penghargaan ini diterimanya pada Rabu (11/11).

Jonathan B. Postel Service Award diberikan kepada Onno berkat dedikasinya untuk merintis penggunaan konektivitas nirkabel secara luas dan untuk mempromosikan teknologi akses berbiaya rendah, terutama di daerah pedesaan, yang secara signifikan mengakselerasi adopsi internet di Indonesia.

Jonathan B. Postel Service Award sendiri adalah penghargaan tahunan untuk individu atau organisasi yang telah memberikan kontribusi luar biasa pada perkembangan teknologi internet. Penghargaan ini diberikan oleh Internet Society, sebuah organisasi non-profit asal AS yang berfokus pada standar, pendidikan, akses, dan kebijakan terkait internet.

“Dengan gadget dan peralatan siap pakai yang dimodifikasi, seseorang dapat memenuhi hak untuk mengakses informasi dan pengetahuan, yang memang diperlukan landasan bagi negara mana pun untuk maju,” kata Onno. “ISOC telah mengakui pendekatan ini adalah salah satu rute yang tepat menuju Internet untuk semua.”

Pakar teknologi informasi, Onno W. Purbo, meraih penghargaan internet dunia Jonathan B. Postel Service Award. Foto: Onno Center via YouTube

Onno, yang saat ini menjadi dosen di pasca sarjana di Insititut Informatika dan Bisnis (IIB) di Darmajaya, Lampung, memang tokoh yang aktif berinovasi guna menyediakan internet bagi semua kalangan. Beberapa inovasi yang dicetusnya adalah Wajanbolic, teknologi antena dari bahan panci atau wajan masak untuk menangkap gelombang wireless 2,4 Ghz.

Tak cuma itu, Onno juga merupakan otak di balik program RT/RW-net, sebuah jaringan komputer swadaya masyarakat agar dapat menikmati internet murah. Ia juga terkenal dengan OpenBTS, sebuah Base Transceiver Station (BTS) GSM berbasis software yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan telepon atau SMS tanpa memakai jaringan operator komersial.

Onno W. Purbo. Foto: Dok. Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya

Selain itu, Onno juga aktif memperjuangkan hak internet masyarakat. Salah satunya adalah dengan menyurati DPR dan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, yang saat itu masih di bawah naungan Kementerian Perhubungan, untuk membebaskan frekuensi 2,4 Ghz, 5,2 Ghz, dan 5,8 Ghz untuk kepentingan rakyat pada 2002.

Akhirnya, pada tahun 2005, frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dari Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHP) dengan sejumlah syarat. Keputusan tersebut membuka peluang bagi masyarakat memanfaatkan frekuensi itu untuk tersambung ke internet.

“Pekerjaan memang belum selesai,” tegas Onno. “Postel Service Award menjelaskan jalan untuk kita semua dan menginspirasi semangat luar biasa untuk bergerak menuju masyarakat berbasis pengetahuan. Semoga Tuhan memberkati kita.”

Onno W. Purbo, selain sebagai Pakar teknologi informasi di Indonesia, Onno W. Purbo juga anggota ORARI dengan callsign YCØMLC, sebagai Pengurus ORARI Pusat masa bakti 2016-2021 sebagai Dewan Pakar .

sumber/foto: https://kumparan.com/kumparantech/onno-w-purbo-raih-penghargaan-internet-dunia-jonathan-b-postel-service-award-1uZYLtCUsPq/full