ORARI Lokal Jakarta Selatan Pelatihan & Pengenalan CPR Dengan AED

PELATIHAN DAN PENGENALAN CPR DENGAN AED (AUTOMATIC EXTERNAL DEFIBRILLATOR)

ORARI Jaksel 20 Januari 2020, Team CORE Orari Lokal Jakarta Selatan pada tanggal 18 Januari 2019 mendapatkan Pelatihan dan Pengenalan bagaimana cara CPR (Cardio Pulmonary Resusitation) secara manual dan menggunakan AED (Automatec External Defibrillator) yang bertempat di sekertariat Orari Jakarta Selatan

Team Core Orari Jakarta Selatan terdiri dari:

  1. ELVIN SEPTIANUS (Team Leader) YCØOJM
  2. TEBIH RUBEDO YCØPWT
  3. HERLAN YCØNRY
  4. AGUS SETIAWAN YDØPFE
  5. AGUS SANTOSO YDØRZC
  6. PURWANTINI YDØPWQ
  7. ADJI SUDARMO YDØAGP

Adapun tujuan Pelatihan ini untuk mengenalkan team core cara CPR dan penggunaan alat AED yang dapat dipergunakan oleh orang awam yang pernah mengikuti pelatihan, Alat AED ini memang jarang di perkenalkan pada saat pelatihan-pelatihan Rescue dan pada pelatihan ini menggunakan AED Trainer.

Apa itu AED (automatic External Defibrillator) ? kita akan mengenalkan nya disini.

AED – Automated External Defibrillator

Sebuah defibrillator eksternal otomatis (AED) adalah, perangkat portabel ringan yang memberikan kejutan listrik melalui dada ke jantung. Kejutan dapat menghentikan ritme yang luar biasa dan memungkinkan irama detak jantung kembali normal dalam serangan jantung mendadak dan dapat di lakukan siapa saja yang memiliki basic penggunaan AED maupun tidak, dimana saja dan kapan saja

Serangan jantung mendadak (SCA: Sudden Cardiac Arrest) adalah hilangnya mendadak fungsi jantung, Jantung tidak dapat memompakan darah dan oksigen ke seluruh tubuh termasuk ke otak, Jika tidak diobati dan di kembalikan normal fungsi jantung dalam beberapa menit dapat dengan cepat menyebabkan kematian. Sebagian besar serangan jantung mendadak akibat dari fibrilasi ventrikel. Ini adalah irama jantung yang cepat dan tidak sinkron dimulai pada ruang pemompaan bawah jantung (ventrikel).

Jantung harus di berikan kejutan listrik “defibrillated” secepat mungkin dengan alat AED, karena kesempatan korban bertahan hidup dengan 7 sampai 10 persen untuk setiap menit detak jantung normal tidak dikembalikan, tidak jarang kita mendengar sahabat, teman, orang yang kita kasihi meninggal tanpa ada tanda-tanda sakit sebelumnya karena Serangan Jantung mendadak tidak tampak jika dilihat kasat mata bahkan tidak jarang orang yang sedang menjalankan aktivitas olah raga dalam keadaan segar bugar dapat juga mengalami hal tersebut diatas.

Oleh karena itu Budaya Penggunaan AED haruslah digalakan oleh kita semua yang peduli dengan Serangan Jantung Mendadak, AED adalah bukan alat yang mahal saat ini sudah dapat di jangkau sampai penggunaan pribadi atau individu untuk melindungi keluarga dari Serangan Jantung Mendadak.

Permasalahan yang ada saat ini bagaimana mensosialisasikan pentingnya AED agar selalu berada dekat dengan kita sebagaimana pentingya tabung pemadam kebakaran, bahkan suatu saat AED akan menjadi Peralatan yang penting dibanding tabung pemadam kebakaran.

“Mari Kita Budaya kan penggunaan alat ini di negeri tercinta jangan sampai orang yang kita kasihi menjadi korban yang sebenarnya dapat ditolong” “Jadilah Pahlawan Untuk Menyelamatkan hidup seseorang”

Serangan jantung mendadak ( SCA : Sudden cardiac arrest ) , penyebab utama kematian di Amerika Serikat dan Eropa , adalah kondisi di mana jantung tidak lagi dapat memompa darah ke otak dan organ lain , karena masalah gangguan irama detak jantung yang mengakibatkan aritmia fatal dalam jantung. Hal itu menyebabkan , detak irama jantung menjadi kacau ( fibrilasi ventrikel , VF ) atau terlalu cepat ( takikardia ventrikel , VT ) .
Ketika ini terjadi , darah berhenti mengalir ke otak dan seluruh tubuh , dan orang tersebut jatuh tak sadarkan diri . Bahkan , korban mati secara klinis dan akan tetap akan kembali normal kecuali seseorang membantu segera . Ketika seseorang jatuh tak sadarkan diri dari SCA , defibrilasi segera dan cardiopulmonary resuscitation ( CPR ) sangat penting untuk setiap kesempatan pemulihan .

SCA dapat diobati sebagian besar waktu , terutama ketika itu adalah karena kelainan listrik yang disebut fibrilasi ventrikel ( VF ) . Pengobatan segera , termasuk cardiopulmonary resuscitation ( CPR ) dan defibrilasi . Perawatan ini harus diberikan segera untuk menjadi efektif , sebaiknya dalam waktu tiga sampai lima menit .

Bahkan pelayanan medis darurat tercepat mungkin tidak dapat mencapai korban ini dengan cepat . Itulah sebabnya tindakan cepat oleh para pengamat sangat penting dan mengapa sangat penting bahwa lebih awam belajar CPR dan bagaimana menggunakan defibrillator eksternal otomatis ( AED )

Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner tersumbat selama beberapa saat, entah akibat spasme – mengencangnya nadi koroner – atau akibat penggumpalan darah – thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh nadi yang tersumbat berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.Serangan jantung, atau infark miokardial (bahasa Inggris: Myocardial infarction, acute myocardial infarction, MI, AMI) adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:

1.500.000 orang mengalami serangan jantung
478.000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner
407.000 orang mengalami operasi peralihan
300.000 orang menjalani angioplasti


Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.

Sumber berita: https://orari-jaksel.com

(Sumber Wikipedia http://id.wikipedia.org/wiki/Serangan_jantung)