ORARI Lokal Pacitan Berperan Dalam Simulasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana

Seribuan relawan dan aparatur pemerintah (ASN/TNI/Polri) dari berbagai lembaga dan instansi di Kabupaten Pacitan mengikuti rangkaian simulasi dalam rangka penanggulangan bencana hidrometeorologi di Pacitan pada Kamis (9/1/2020) di lapangan Peta Kodim 0801/Pacitan, Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Sidoharjo Pacitan.

Sejumlah relawan tersebut terdiri dari relawan ORARI, MDMC, Rapi, SAR MTA, FPRB dan berbagai komunitas lain di Pacitan. Sedangkan unsur aparatur pemerintah Nampak hadir pula Kapolsek, Danramil se Kab. Pacitan, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, serta dinas/instan lainnya.
Bupati Pacitan sebagai Pembina Apel mengatakan gelar kesiapan pasukan dan perlengkapan dalam rangka penanggulangan bencana Hidrometeorologi di wilayah Pacitan salah satu upaya mendasar untuk meningkatkan kewaspadaan dan budaya sadar bencana melalui simulasi penanggulangan bencana untuk mengurangi risiko yang terjadi.

“Apel gelar pasukan merupakan salah satu menyiagakan seluruh aparatur Pemerintah Daerah sebagai langkah koordinasi semua unsur Pemerintah, relawan/masyarakat dan dunia usaha,” lebih lanjut pernyataan Bupati dalam sambutannya. Bupati Pacitan juga menyatakan bahwa apel tersebut digelar sebagai upaya menghadapi dan mengurangi risiko bencana dan perubahan iklim, serta semakin meningkat serta tantangan semakin besar dalam mengurangi risiko bencana.

Usai menggelar apel gelar pasukan tersebut, digelar simulasi penanggulangan bencana oleh BPBD juga dinas/instansi terkait dan unsur relawan yang terkait.

Adapun, rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan peserta simulasi terkait adanya informasi resmi adanya perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim dan diperkirakan mampu menimbulkan bencana alam banjir dan longsor. Untuk itu semua unsur pemerintah, masyarakat dan dunia usaha berperan sesuai tupoksi masing-masing.

Diiringi cuaca gerimis segenap anggota ORARI Lokal Pacitan mensimulasikan mendirikan repeater VHF darurat untuk memberikan dukungan komunikasi mengatasi lumpuhnya jaringan komunikasi seluler, juga diperagakan mendirikan stasion radio yang bekerja pada band HF. Diperankan juga oleh beberapa anggota ORARI dengan memberikan laporan terkait informasi dan asesmen kebutuhan daerah terdampak bencana.

Simulasi yang diselenggarakan oleh BPBD dengan melibatkan semua komponen yang ada termasuk ORARI memberikan gambaran kepada kita tentang tugas dan peran yang bisa dilakukan saat bencana. Ini penting bagi Anggota ORARI dalam upaya-upaya penyelematan diri sendiri dan orang lain”, demikian tutur Agus YB3HQM Ketua ORARI Lokal Pacitan.

“Radio yang kita miliki menggunakan teknologi kuno dan ketinggalan jaman dibanding teknologi komunikasi yang lain, tetapi pengalaman membuktikan saat banjir dan longsor di Pacitan di penghujung tahun 2017 repeater ORARI Lokal Pacitan dengan menggunakan HT lawas mampu bertahan dan satu-satunya repeater yang ada di Kabupaten Pacitan yang masih bisa digunakan untuk Dukom dan bersinergi dengan pemerintah daerah saat itu untuk mengatasi masa-masa tanggap darurat”, demikian evaluasi dan briefing YB3HQM dihadapan 20 Anggota yang ikut kegiatan simulasi sambil mengenang kejadian dua tahun lalu.

Dalam simulasi latihan ini di peragakan kekacauan yang terjadi disertai proses penyelamatan korban dari Tim SAR, TNI-POLRI dan masyarakat. Mobilitas penyelamatan dilakukan dengan kendaraan ambulan, mobil pemadam kebakaran, mobil angkut TNI-POLRI serta seluruh stikholder ikut diperagakan pula adegan penanganan korban banjir, dan tanah longsor. (GT)