DESA TANGGUH BENCANA TSUNAMI

DESA TANGGUH BENCANA TSUNAMI

30 Juli 2019, BMKG bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Kepala BNPB, Kepala BSN, Bupati Kebumen dan Ketua Ikatan Ahli Kebencanaaan Indonesia (IABI) melakukan serangkaian kegiatan di Kebumen, sebagai bagian dari Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019.


Kegiatan dimulai dengan penanaman pohon mangrove bersama tim ekpedisi dan masyarakat setempat, serta pemasangan papan informasi tsunami. Kemudian dilanjutkan dengan meninjau sosialisasi Relawan Goes to School di SMPN 1 Ambal dan SMK Ambal.

Penanaman Mangrove
Pemasangan Papan Peringatan Tsunami


BMKG melalui Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS) terus berupaya memperkuat mitigasi gempabumi dan tsunami. Tahun ini akan dipasang 15 seismograph baru yang tersebar di 11 kabupaten di Jawa Tengah.

Sosialisasi Tsunami di SMPN 1 Ambal


Kegiatan Destana ini merupakan langkah nyata upaya mitigasi gempabumi dan tsunami sekaligus contoh yang sangat baik kerjasama dan koordinasi pentahelix berbagai pihak di bawah koordinasi BNPB. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat pesisir selatan Jawa terkait mitigasi gempabumi dan tsunami.

Kita harus bisa menggelorakan ketangguhan individu, keluarga dan rukun tetangga, sehingga otomatis semua desa bisa menjadi tangguh bencana.

Pada kesempatan ini, kami menyerahkan Peta Mikrozonasi Kota Semarang kepada Gubernur Jawa Tengah, Kepala BNPB, dan Kepala BSN. Pengukuran dan analisis mikrozonasi dilakukan oleh BMKG guna menentukan profil klasifikasi tanah dan mengetahui karakteristik dinamik lapisan tanah permukaan, sehingga dapat diketahui kerentanan tanah di wilayah tersebut. Peta ini juga bermanfaat untuk membantu memvalidasi getaran kuat yang berpotensi dirasakan di permukaan tanah akibat gempabumi.

source: bmkg.go.id