Mengenal Seismisitas Sesar Lembang

Seismisitas Jawa Barat dan Sekitarnya. Seismisitas Sesar Lembang.

Secara Umum, Seismisitas pulau jawa dipengaruhi oleh pertemuan dua lempeng utama, Lempeng Australia yang mensubduksi Lempeng Sunda, dengan kecepatan sekitar 56 mm/tahun.


Wilayah batas lempeng antara lempeng Australia dan lempeng Sunda cukup aktif secara kegempaan, dengan gempa bumi kuat yang pernah terjadi di masing-masing lempeng Australia dan Sunda serta pada zona antarmuka lempeng.


Tetapi jika dibandingkan dengan Seismisitas Sumatra Bali dan Nusa Tenggara, Pulau jawa adalah yang terendah tingkat Seismisitas nya. Namun kali ini kita mencoba menggali dulu Seismisitas jawa barat, dimana di wilayah ini terdapat 3 sesar utama yang akhir-akhir ini berdasarkan penelitian ahli dikatakan mulai menunjukkan aktivitasnys. Sesar cimandiri, sesar lembang, dan sesar baribis.

Aktifitas geologi Jawa Barat menghasilkan beberapa zona fisiografi yang satu sama lain dapat dibedakan berdasarkan morfologi, petrologi dan struktur geologinya. Van Bemmelen (1949),

Jawa Barat terbagi dalam 4 besar zona, yaitu : 
1. Zona Dataran Pantai Jakarta,
Serang, Jakarta, Subang, Indramayu hingga Cirebon.
2. Zona Bogor, 
Tangerang, Bogor, Purwakarta, Sumedang, Majalengka dan Kuningan. Sesar baribis ada di dua zona ini.
3. Zona Bandung,
Cianjur, Bandung hingga Kuningan, Sesar lembang ada di zona ini.
4. Zona Pegunungan Selatan.
bagian selatan Zona Bandung. Batas antara kedua zona fisiografi tersebut dapat diamati di Lembah Cimandiri, Sukabumi dari teluk pelabuhan ratu sampai kepulauan Nusa Kambangan.

Walaupun saat ini, para ahli banyak mensinyalir peningkatan aktivitas sesar baribis, nanti pada tulisan selanjutnya akan kami bahas lebih dalam.

Berbagai sumber referensi dan data kami coba kumpulkan, rasanya sia sia jika tidak diselesaikan. Kali ini kami coba merangkum dan mencari tahu tentang aktifitas sesar Lembang dulu.


Sesar Lembang sepanjang 22 km di utara Bandung.

Para ahli dan peneliti dari berbagai instansi melakukan riset sesar Lembang. Di antaranya tim peneliti dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI dan PVMBG di Bandung. Tim itu terdiri dari pakar gempa bumi Danny Hilman Natawidjaja, Mudrik R. Daryono, Sri Hidayati, Supartoyo, dan Akhmad Solikhin.


Dari penelitian tersebut diperoleh fakta bahwa.

Pertama, 
Hasil pengukuran GPS sesar ini bergerak 3 Sampai 5,5 milimeter per tahun. Menunjukkan bahwa sesar ini masih aktif. Walaupun sebelumnya sempat dipercaya sebagian peneliti dan ahli gempa sebagai sesar yang tidak aktif.

Kedua,
Sesar Lembang Terbentang 29 Kilometer
Berada di utara cekungan Bandung, sesar Lembang memanjang berarah barat-timur. Riset sebelumnya menyebutkan panjang sesar itu berkisar 20-27 kilometer. Penelitian mutakhir yang dibantu teknologi penginderaan jarak jauh LIDAR (Light Detection and Ranging), total panjangnya diketahui 29 kilometer dan terbagi menjadi beberapa segmen atau potongan.
Titik nolnya dimulai dari barat berada di daerah Padalarang kemudian melewati Ngamprah, Cihideung, Lembang, dan Bukit Batu Lonceng. Ujung timurnya di Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.

Ketiga,
Kekuatan gempanya bermagnitudo 7
Dengan panjang 29 kilometer, kekuatan gempa Sesar Lembang berkisar 6,4 hingga bermagnitudo 7,0. Namun karena terbagi dalam beberapa segmen, kekuatan gempanya bisa berbeda. Peneliti dari Kelompok Keahlian Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) Irwan Meilano pada diskusi Sesar Lembang di Badan Geologi, segmen patahan Lembang dan potensi kekuatan gempanya belum diteliti rinci, pun riwayat kejadian gempa segmen itu belum diketahui. 🤦🏽‍♂️🤷🏽‍♂️

Keempat
Kondisi batuan Bandung, Berdasarkan pemetaan seismotektonik di wilayah Bandung oleh Badan Geologi, Kota Bandung disusun oleh batuan sedimen Tersier yang bersifat padu dan keras pada bagian bawah dan ditutupi oleh batuan sedimen gunung api di bagian utara. Adapun wilayah selatan Bandung kata peneliti Pusat Survei Geologi Muchamad Wahyudiono, diliputi sedimen atau endapan danau berumur Kuarter yang bersifat lunak dan urai.

Kelima,
Historis gempa Sesar Lembang Merusak Hunian Warga
Peneliti lain dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI di Bandung, Eko Yulianto, sebelumnya pernah memperkirakan gempa dari sesar Lembang pernah terjadi pada 500 ribu tahun lalu dan 2.100 tahun silam. Catatan kejadian gempa Sesar Lembang seperti di Kampung Muril dekat Gunung Burangrang dan Cisarua pada 2011 membuat beberapa hunian warga rusak. Pergerakan sesar Lembang saat itu menimbulkan gempa bermagnitudo 3.

Kami coba menggali lagi data kegempaan melalui database USGS. Untuk zona seluruh Jawa Barat tercatat lebih dari 350x gempa diatas M4,5 dengan kedalaman dangkal hingga menengah sejak tahun 1900. Namun untuk zona sesar lembang dan bandung sendiri hanya tercatat 17x kegempaan diatas M4,5.

Dari beberapa fakta diatas, bisa disimpulkan bahwa memang sesar Lembang masih aktif, Melihat populasi penduduk wilayah ini, bukan suatu hal yg mustahil jika gempa intensitas kecil saja akan dapat menimbulkan dampak buruk pada warga bandung dan sekitarnya. Tentunya hal ini tergantung pada kesiapan masyarakat lokal terhadap mitigasi.
Tentunya kita berharap dan berdoa semoga itu tidak terjadi.

Tulisan ini semata-mata hanya sebagai penambah wawasan kita tentang zona rawan gempa di Indonesia.

Semoga bermanfaat
Salam Mitigasi 

source: https://www.facebook.com/SemuaTentangBumiku