Ditjen SDPPI Amankan Frekuensi Radio di Jalur Mudik

Bandung (SDPPI) – Selama arus mudik, balik, dan libur Lebaran 2019, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika membentuk Posko Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (SFR) Nasional.

Dirjen SDPPI Ismail, Sabtu (1/6/2019), membuka secara resmi posko monitoring di Balai Monitoring Kelas I Bandung di Jawa Barat ini. Tema posko tahun ini “Frekuensi Radio Bebas Gangguan, Mudik Jadi Lancar”.

“Ini kegiatan rutin setiap tahun yang sangat penting dan mulia untuk melayani perhelatan bangsa, perhelatan nasional Hari Raya Idul Fitri. Sebagian besar masyarakat melakukan mudik, maka terjadi pergerakan tidak biasa yang tentu akan berpengaruh pada sistem telekomunikasi di Indonesia, khususnya seluler,” jelas Dirjen SDPPI dalam sambutannya.

Menurutnya, aktivitas frekuensi antarkabupaten, provinsi, daerah dan sebagainya, akan meningkat. Sistem telekomunikasi di Indonesia sangat bertumpu pada mobile communication yang digunakan lebih dari 95% masyarakat.

Dengan adanya Posko Monitoring SFR ini diharapkan bisa menjaga kelancaran komunikasi selama masa libur Lebaran 2019. “Ini bukan hanya persoalan silaturahmi, tetapi juga keselamatan perjalanan yang memerlukan komunikasi dan koordinasi. Saya yakin frekuensi radio adalah tumpuan harapan atau jantung dari mobile communication. Frekuensi radio yang bersih dan tidak ada gangguan merupakan prasyarat. Kita memang buka penyelenggara telekomunikasi, namun dengan kehadiran kita, penyelenggara telekomunikasi dapat berjalan dengan baik,” urai Ismail.

Pembentukan posko dan kegiatan monitoring spektrum frekuensi radio bertujuan untuk mengantisipasi gangguan frekuensi radio yang merugikan dan membahayakan keselamatan jiwa manusia, serta memberikan informasi terkait kualitas sinyal jaringan komunikasi seluler dan dinas lainnya.

Kegiatan posko monitoring spektrum frekuensi radio ini dilakukan oleh Direktorat Pengendalian SDPPI bersama dengan UPT Monitoring SFR seluruh Indonesia, yang bekerja mulai tanggal 27 Mei – 19 Juni 2019 dengan fokus pemantauan pada band frekuensi bergerak penerbangan VHF (108-137 MHz), band seluler teknologi 2G, 3G, dan 4G, repeater ORARI band VHF (144-148 MHz), repeater RAPI band VHF (142-143, MHz), serta frekuensi lain yang digunakan untuk kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2019. Selama pelaksanaan monitoring, UPT Monitoring SFR juga berkoordinasi dengan AIRNAV, BMKG, ORARI, RAPI, POLRI dan Dinas Perhubungan setempat.

Pada kegiatan ini, dilakukan pelepasan tim Drive Test di wilayah – wilayah kerja Balai Monitor Kelas I Bandung, Balai Monitor Kelas I Jakarta, dan Balai Monitor Kelas I Tangerang yang diprediksi sebagai jalur mudik untuk mengetahui pemanfaatan pita frekuensi yang dialokasikan untuk layanan seluler, kuat sinyal di masing-masing wilayah dan optimalisasi penggunaan spektrum oleh masing-masing operator.

Nantinya, hasil monitoring kualitas penerimaan sinyal selular ini dapat digunakan sebagai umpan balik bagi pemerintah dan operator seluler dalam meningkatkan kualitas jangkauan sinyal, terutama di sepanjang jalur mudik. Rute drive test yang dilakukan oleh ketiga UPT tersebut meliputi:

  1. UPT Bandung: Bandung – Cipularang – Cipali (Cirebon) – Majalengka – Sumedang – Cileunyi.
  2. UPT Jakarta: Padalarang – Cianjur – Puncak (Bogor) – Jagorawi – Cikampek.
  3. UPT Tangerang: Jakarta (Cawang – Tomang) – Tangerang – Serang – Merak – Labuhan – Pandeglang – Cilegon.

Di akhir sambutannya, Dirjen SDPPI mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di lapangan yang mengawal posko. “Lakukan dan laksanakan tugas ini sebaik-baiknya, ini tugas yang mulia, saya yakin ini bagian dari ibadah kita. Ini merupakan suatu pengorbanan yang tidak kecil karena pada kondisi liburan teman-teman kita sedang aktif melakukan kegiatan monitoring di lapangan. Saya ikut mendoakan semoga hal ini menjadi bagian dari ibadah bapak ibu dan saudara-saudara sekalian,” katanya.

Dirjen kemudian melepas secara simbolis tim beserta mobil Monitoring SFR untuk Posko Monitoring SFR Lebaran 2019 yang diwakili tim dari Balai Monitor Kelas I Bandung, Balai Monitor Kelas I Jakarta, dan Balai Monitor Kelas I Tangerang.

Diimbau juga bagi petugas di lapangan untuk mengaktifkan kembali komunikasi antar UPT melalui radio pada band HF (9.9050 MHz dan 14.5875 MHz) dan band VHF (159.325 MHz dan 165.450 MHz) untuk wilayah yang berdekatan.

Hadir mendampingi Dirjen SDPPI dalam kegiatan ini Plt Direktur Pengendalian SDPPI Nurhaedah, Kepala Subdirektorat Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Aryo Pamoragung, pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Ditjen SDPPI dan seluruh sivitas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung.

Sumber : Rizqy Ditdal & Iwan Setditjen.
https://www.postel.go.id/berita-ditjen-sdppi-amankan-frekuensi-radio-di-jalur-mudik-27-4229