Home | Berita | Mengenal PATAHAN LEMBANG (Lembang Fault)
Author : Font Size :   Normal   |   2X   |   4X   |   8X   |   10X
Mengenal PATAHAN LEMBANG (Lembang Fault) Mengenal PATAHAN LEMBANG (Lembang Fault)

Sejak terjadinya Gempa Lombok yang mengakibatkan banyak korban jiwa, Patahan Lembang mulai dibahas lagi diberita2...pembahasan patahan lembang ini sering di bahas berulang2 agar masyarakat yang khususnya dari Jawa Barat terus mengingat Patahan Lembang ini sebagai lahan penyumbang bencana dimasa depan.

Memang Patahan Lembang ini termasuk patahan yang malas bergerak tapi ia tidak mati, ia hidup. dimana ia bergerak sekitar 3-5 mm pertahun dengan jenis gerakan strike slip (bergerak kekiri mendatar) walau ada beberapa daerah yang memiliki pergerakan naik. Jadi mungkin bisa dikatakan sebagai patahan dengan mekanisme oblique (patahan yang bergerak bergeser mendatar bercampur dengan gerakan naik).walau umumnya dia bergerak secara bergeser mendatar.

 

Data sejarah kegempaan patahan lembang sangat minim karena umumnya gempa besar di patahan lembang ini sudah terjadi ribuan tahun lalu, dimana catatan sejarahnya hilang. Dari tahun 1900 sampai sekarang, di Patahan Lembang ini tak pernah menciptakan gempa diatas skala M4.5 sehingga ada beberapa pengamat yang menyatakan patahan lembang ini merupakan patahan mati. Tapi pernyataan ini dibantah tahun 2011 dan 2013 dimana terjadi gempa kecil berskala M3.3 di Lembang yang mampu merusak beberapa rumah disana. Inilah bukti patahan Lembang aktif

 

Menurut LIPI panjang patahan lembang ini sekitar 29 km yang memanjang dari barat ke timur. Dan kemungkinan patahan lembang ini berhubungan dengan patahan cimandiri di Sukabumi. Menurut LIPI patahan lembang ini bukan patahan ecek2 karena ia menyimpan potensi gempa besar, sebesar apa? Tenang gempanya tak akan sampai skala M7.5 atau M8.0 seperti yang dulu dibahas di salah satu berita yang ngacapruk itu. Patahan lembang ini menyimpan potensi gempa sekitaran skala M6.5 sampai M7.0 tapi untuk skala M7.0 mungkin terjadi jika patahan itu bergerak seluruhnya.

 

 

Patahan Lembang ini juga mempunyai saudara jauh yang nakalnya sama, yaitu Patahan Opak di Yogyakarta. Patahan opak juga sama sebelum tahun 2006, dia merupakan patahan pasif dan jejak rekaman gempa besarnya terlupakan. Tapi ditahun 2006 patahan opak ini "nguliat" dan mampu menghasilkan gempa skala M6.3. Ya gempa menengah skala M6.3 tapi bisa merenggut nyawa 5000 orang sekaligus. Kenapa bisa?

 

Pertama, kekuatan gempanya lumayan besar yaitu M6.3 dengan kedalaman dangkal sekitar 12 km dan berpusat di darat dekat wilayah yang padat penduduk

 

Kedua, kondisi tanah di sekitar Yogyakarta yang umumnya tersusun dari tanah aluvium sisa endapan material vulkanik gunung merapi yang pernah meletus ribuan tahun lalu sehingga mengendap dan menumpuk, tanah jenis ini adalah tanah yang rawan berguncang ketika gempa bumi. Tanah jenis ini bisa memperlama getaran gempa bumi dan memperkuat guncangan gempanya. Ibaratkan seperti agar2 yang disentil ujungnya maka agar2 itu akan terus bergetar. Sehingga gempa M6.3 tahun 2006 di Yogyakarta menghasilkan skala getaran gempa maksimal MMI VIII dimana skala getaran seperti ini bisa membuat kita sulit berdiri tegak dan bisa menimbulkan fatamorgana seolah tanah didepan kita bergelombang seperti ombak, getaran skala MMI VIII ini sangatlah kuat dimana sekitar 70% bangunan yang tak tahan gempa akan hancur seketika dan 30% bangunan tahan gempa akan mengalami retak2.

 

Nah keadaan Patahan Opak dan tanah di Yogyakarta ini mirip dengan wilayah Bandung yang dulunya kota ini berdiri di bekas sisa endapan lumpur danau Bandung purba yang sudah mengering ribuan tahun lalu, tanah endapan ini juga tak solid dan sangat tak bersahabat dengan gempa. Gempa Yogyakarta bisa menjadi contoh bagi Kota Bandung karena keadaannya yang sama.

 

Kota Bandung itu mirip dengan Mexico City dimana kedua kota itu dibangun diatas sisa endapan lumpur yang sudah menjadi sedimen. Tahun 1985 pernah terjadi gempa skala M8.5 di Meksiko yang berjarak sekitar 400-700 km dari Mexico City. Tapi anehnya kerusakan terbesar justru terjadi di Mexico City. Kenapa? Karena ketika getaran gelombang gempa ini sampai ke Mexico City maka getaran ini kembali menguat dan seolah getaran ini terperangkap di cekungan Mexico City bekas danau purba itu sehingga getaran gempa di Mexico City dan di pusat gempa sama, yaitu skala MMI VIII. Sehingga banyak bangunan rubuh disana akibat keadaan tanah ini.

 

Memang Patahan Lembang ini tidak pernah mengeluarkan gempa besar yang belum pernah teralami oleh manusia di zaman sekarang atau zaman dulu, tapi ada contoh lagi yaitu sebuah patahan di dekat Kota Osaka Jepang yang kemarin2 menghasilkan gempa skala M6.1, menurut peneliti disana. Patahan ini sudah membisu sekitar 6000 tahun dan tak pernah menghasilkan gempa besar. Tapi gempa besar kemarin membuktikan bahwa walau patahan itu tak terekam jejak gempa besarnya, tapi patahan itu masih berpotensi menghasilkan gempa besar.

 

Jika dimisalkan gempa besar terjadi di patahan lembang maka tak hanya Bandung saja yang akan rusak tapi kota2 didekatnya juga akan ikut rusak karena getaran itu bersipat menyebar. Garut, Cianjur dan wilayah lainnya akan terkena dampaknya.

 

Sudah banyak skenario yang mengilustrasikan jika gempa M6.8 terjadi di Bandung maka kehancurannya bisa lebih parah dari gempa Lombok kemarin.

 

Mungkin saat ini masyarakat banyak yang tak tahu mengenai patahan ini atau ada yang menganggapnya sebagai gunung atau bukit biasa. Padahal itu merupakan ular beracun yang sangat berbahaya, sebenarnya semakin cepat gempa terjadi maka itu semakin baik karena gempa selanjutnya bisa muncul ratusan atau ribuan tahun kedepan....

 

Banyak sekali potensi gempa di Jawa Barat mulai dari skala M6.0 sampai M7.0 yang berasal dari patahan atau zona subduksi dikedalaman sangat dalam..yang bisa kita lakukan hanya terus waspada dan terus tambah edukasi kita tentang gempa bumi agar kita bisa menghadapinya dimasa depan.

 

Begitulah penjelasan singkatnya, patahan lembang ini sering diulang2 dibahas sejak dulu karena potensi gempanya sudah mulai terlupakan masyarakat.semoga Allah selalu menjaga kita semua.aamiin

 

 

Selamat pagi

*sumber artikel dari rangkuman admin

sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=1810479845667431&id=278905592158205&__tn__=K-R

Total Comments ( posted)
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top