Peraturan Presiden No. 21 Tahun 1967

Bulan Desember tahun 1967 Ketua DETELRI Dr. Rubiyono Kertopati menggagas suatu pertemuan guna mendapatkan masukan tentang kegiatan radio amatir di Indonesia. Masukan tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi suatu Peraturan Pemerintah tentang radio amatir (kegiatannya) dan amatir radio (penggiatnya).

Untuk keperluan tersebut, diundanglah para tokoh amatir radio untuk mengadakan pertemuan bersama di Jakarta.

Mereka yang hadir pada saat itu antara lain Dr. Rubiyono Kertopati, Koentojo (Sekretaris DETELRI), Soerjadi (HUBAD/Perhubungan Angkatan Darat), Harry Sembel, Willy A. Karamoy, Ismed Hadad, Salim Said, Stanley Iskandar, Soejono (Solo), Tomy Fattah (Komandan KOHANSUBDA, Bandung), serta R Telwe, Putu Surawidjaja dan Soepardi (tiga orang terakhir dari Surabaya).

Dengan bahan dari literatur dan peraturan-peraturan yang ada seperti RR (Radio Regulation) dan sebagainya mereka mencoba menyusun peraturan-peraturan yang nantinya dijadikan dasar hukum bagi kegiatan radio amatir di Indonesia. Dalam proses ini mereka banyak mengadopsi peraturan-peraturan dari ARRL, Iiga radio amatir di Amerika Seri kat.

Hasil pertemuan itulah yang kemudian diolah oleh DETELRI untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penerbitan Peraturan Presiden No.21 tahun 1967 (atau yang lebih mudah diingat dengan PP 21/1967).

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top