MUNAS VI (1996)

MUNAS KE VI, 7 - 10 JULI 1996 di Hotel GARUDA , YOGYAKARTA PENGURUS ORARI PUSAT MASA BAKTI 1996-2001

DEWAN PENGAWAS DAN PENASEHAT
Ketua        H. Harsono YBOPHM
Sekretaris    Ben S Samsu YBOEBS
Wkl Sekretaris    Ahmad Said YB7BC
Anggota        Syam M. Aqil YB8NA
        Sudwikatmono YD2VMW

PENGURUS
Ketua Umum        Soegito YFOAL
Wkl Ketua umum        Ir. Soenarto, MSc YBOUSJ
Ka Bid Am inistrasi    Bambang Purwono YBOLYB
KaBid Operasi        M.A. Syambas YCOSBS
Sekjen            AAG A B Sutedja YBORMB
WkI Sekjen        Jhoni Sutjahyono SH YBODLG
Bendahara umum        Moesa Suraatmadja YBOMOS

Selama MUNAS berlangsung muncul beberapa masalah, antara lain ditemukannya jabatan rangkap antara DPP ORPUS dengan Ketua ORDA, serta beberapa personil yang ternyata sudah bukan anggota ORARI lagi. Mengacu pada pasal 3 ayat ( 1) butir ( c ), pasal 7 ayat ( 1 ), pasal 7 ayat ( 5 ) AD/ART, masukan dari berbagai ORDA, pernyataan dari Hijazi SH YC4PAY serta koordinasi antara DPP dan Pengurus ORPUS dengan para personil eks anggota formatur MUNAS ke VI maka kemudian diterbitkan Keputusan no: Kep-001/op/DPP-ku/1996 tertanggal Juli 1996 tentang penyempurnaan susunan kepengurusan ORARI Pusat, yang menghasilkan susunan kepengurusan ORARI Pusat Masa Bakti 1996-2001 yang telah disempurnakan, sebagai berikut:

DEWAN PENGAWAS DAN PENASEHAT

Ketua                H.Harsono YBOPHM
Sekretaris (merangkap anggota)    Ben S Samsu YBOEBS
Anggota                Sudwikatmono YD2VMW
                Ahmad Said YB7BC
                Syam M Akil YB8NA

PENGURUS
Ketua umum            Soegito YFOAL
Wkl Ketua Umum            Ir Soenarto MSc YBOUSJ
KaBid Adm.            Bambang Purwono YBOLYB
KaBid Operasi            M A Sambas YCOSBS AAGAB
Sekjen                Suteja YBORMB
Wkl Sekjen            Jhoni Sutjahyono SH YBODLG
Pj. Bendahara umum        Moesa Suraatmadja YBOMOS

Kepengurusan ORARI Pusat Masa Bakti 1996-2001 (yang disempurnakan) ini selanjutnya dikukuhkan oleh MenParpostel dengan SK no: KM.7/0T.001/MPPT 1996 tanggal 31 Desember 1996.

Di era kepengurusan Soegito YFOAL yang kedua kali ini Pemerintah melalui DEPARPOSTEL mencabut Peraturan Presiden no. 21 tahun 1967 tentang Amatir Radio yang merupakan salah satu landasan hukum berdirinya ORARI. Akibatnya di antara beberapa penggiat ORARI kemudian timbul anggapan bahwa eksistensi ORARI tidak lagi dipandang sebelah mata oleh Pemerintah, padahal setelah pecabutan itu Pemerintah masih mengeluarkan beberapa peraturan dan perundangan yang mengatur tentang penyelenggaraan telekomunikasi pada umumnya, seperti:
•    SK Dirjen Parpostel no.27/1996
•    UU Nr 36/1999 Tentang Telekomunikasi:
•    PP No. 52/2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi.

Tidak ada satu pasal pun dalam peraturan dan perundangan tersebut yang secara eksplisit menafikan keberadaan Radio Amatir di Indonesia, namun perbincangan antara anggota, baik di udara, lewat Internet (yang mulai marak) yang mencuatkan beberapa analisa dan pendapat pribadi yang kontroversial akhirnya menjurus ke pelampiasan rasa "ke-tidak percaya-an" kepada kepengurusan ORPUS.

Pada Minggu 17 September 2000 di QTH RAJ Lumenta YBOBY berkumpul sebanyak 17 orang anggota untuk ber-rembug (karenanya kelompok ini kemudian disebut REMBUG-17), mencari titik kesepakatan dalam menyikapi kondisi yang kurang favorable bagi eksistensi dan perkembangan Radio Amatir di Indonesia pada saat itu.

Tetap melibatkan beberapa orang dari kelompok REMBUG - 17 tersebut kemudian berdiri kelompok yang menyebut dirinya POKJA MARI (Kelompok Kerja Masyarakat Amatir Radio Indonesia), sementara di Yogyakarta sempat dicanangkan pembentukan organisasi semu sebagai tandingan ORARI.

Sebenarnya atas dicabutnya PP 21/1967 tersebut walaupun tidak pernah mendapat tanggapan resmi ORPUS sudah membuat nota protes kepada Pemerintah. Dalam pada itu Pemerintah juga membubarkan DEPARPOSTEL dan menunjuk Departemen Perhubungan sebagai "induk semang" bagi organisasi radio amatir dan organisasi sejenis. Pada saat yang hampir bersamaan berlangsung SU Luar Biasa MPR yang menghasilkan terjadinya suksesi kepemimpinan Negara & Pemerintahan (pergantian Presiden).

Saat-saat yang penuh eforia (kegembiraan sesaat) setelah terjadinya huru-hara di tahun 1997 serta terjadinya proses suksesi tersebut tentu merupakan masa-masa yang berat bagi Soegito YFOAL dan jajaran pengurus ORPUS, karenanya MUNAS ke VII yang seharusnya dilangsungkan pada bulan Juni 2001 ditunda sampai bulan Oktober 2001.

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top