Era Pendudukan Jepang

Di bidang radio dan telekomunikasi hal pertama yang dilakukan tentara pendudukan Jepang adalah memerintahkan penutupan semua radio siaran dan menyerahkan peralatannya kepada tentara pendudukan. PPRK (Perserikatan Perkoempoelan Radio Ketimoeran) dibubarkan, dan dibentuk HOSO KANRI KYOKU (Pusat Jawatan Radio) untuk menggantikannya.

Pemberangusan terhadap kebebasan berkomunikasi dilakukan oleh HODOHAN, Badan Sensor yang pekerjaan utamanya mendata kepemi¬likan radio di masyarakat dan melakukan penyegelan sehingga radio tersebut hanya bisa menerima siaran dari Radio Tokyo (dan stasiun-stasiun relainya), atau stasiun-stasiun yang sepenuhnya di bawah kontrol bala tentara Dai Nippon.

Bagi pengelola radio-radio siaran ex PPRK tinggal ada beberapa pilihan:
1) tetap bisa siaran, tetapi hanya merelay siaran Radio Tokyo atau menyiarkan berita-berita yang dikeluarkan oleh Domei (Dinas Penerangan tentara pendudukan),
2) bubar, atau
3) terus memancar secara sporadis sebagai stasiun radio gelap.

Pemancar BRV disita untuk kemudian diperbaiki dan diperkuat untuk dipergunakan sebagai alat propaganda Jepang.

Di lain fihak, di saat yang sama para pejuang kita berusaha mengum¬pulkan sisa-sisa pemancar yang dapat diselamatkan, memperbaiki atau merakitnya kembali dan diam-diam terus melakukan siaran-siaran kontra propaganda secara clandestine (radio gelap).

Pada zaman di mana semua radio penerima milik penduduk disegel, beruntunglah para pemuda yang bekerja di HOSO KANRI KYOKU. Di samping menimba ilmu tentang seluk beluk dunia radio dan penyiaran mereka yang bertugas di bagian monitoring dan para markonis - walaupun dengan mencuri-curi - dapat mendengarkan radio gelombang pendek (short wave) yang memang dikhususkan untuk transmisi jarak jauh.

Menjelang pertengahan tahun 1945, dengan diam-diam memantau siaran BBC London atau VOA (Voice of Amerika) mereka dapat mengetahui kekalahan demi kekalahan tentara Jepang pada banyak front pertempuran. Puncaknya adalah pada tanggal 14 Agustus 1945 ketika kaisar Jepang Tenno Heika menyatakan menyerah kepada pihak tentara Sekutu.

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top