Detik-Detik Proklamasi

Pemuda Sjahrir, yang sempat memantau berita tersebut lewat siaran gelombag pendek memberitahukan hal itu kepada Bung Karno dan Bung Hatta.
Berita dari Syahrir ini dengan cepat menyebar luas, dan sangat mempe-ngaruhi para pengambil keputusan dalam menentukan langkah pada hari dan jam-jam terakhir menjelang diproklamirkannya kemerdekaan Indonesia.

Sementara itu, melalui bung Hatta, pemuda Gunawan diminta untuk mempersiapkan berbagai keperluan termasuk amplifier dan mikrofon. Karena sulit didapat, Gunawan membuat sendiri mikrofon dengan mempergunakan komponen bekas speaker, magnet dari dinamo lampu sepeda (berco) dan membran dari aluminum foil bungkus rokok. Setelah yakin bisa "bunyi", mikrokofon homebrew tersebut dimasukkan¬nya ke kotak kecil, dan jadilah mikrofon seperti yang bisa dilihat di foto¬foto yang mengabadikan saat-saat bersejarah itu.

Pembacaan Teks Proklamasi di Udara

Pada hari Jum'at tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 pagi, teks Prokla¬masi kemerdekaan Indonesia dibacakan di depan rumah bung Karno di JI. Pegangsaan.
Para pemuda pejuang di Hoso Kanri Kyoku tidak dapat mengudarakan Proklamasi itu secara langsung, karena Kempetai (polisi rahasia Jepang) sudah mengawasi seluruh kegiatan di Jakarta, temasuk di studio Radio Siaran Bala Tentara Jepang di JI. Merdeka Barat.

Teks proklamasi yang berdurasi sekitar 1.5 menit tersebut akhirnya baru dapat diudarakan oleh Yusuf Ronodipuro dan Suprapto pada jam 17.30. Siaran dapat terlaksana dengan cara mengalihkan sakelar ke pemancar untuk siaran luar negeri (Taigai Hoso Kanri Kyoku) yang bekerja pada gelombang pendek (short wave) 16m, sehingga pancaran tersebut dapat didengar dimana-mana, melewati batas-batas benua.

RRI (Radio Republik Indonesia)

Pada tanggal 11 September 1945, Radio Siaran Bala Tentara Jepang di JI. Merdeka Barat di serahkan oleh Pemerintah Pendudukan Jepang kepada Pemerintah Republik Indonesia.

Peristiwa bersejarah ini kemudian diabadikan dengan menetapkan 11 September sebagai Had Radio, yang ditandai dengan kelahiran RRI (Radio Republik Indonesia), radio siaran resmi Pemerintah Republik Indonesia. Sebagai pucuk pimpinan RRI duduk Dr. Abdurrachman Saleh (ex VORO) dan Maladi.

ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top