Home | Berita | YE1K pada kontes CQ 160 M - CW - 2017
Author : Font Size :   Normal   |   2X   |   4X   |   8X   |   10X
YE1K pada kontes CQ 160 M - CW - 2017

ORARI - Pada 3 Januari 2017, bertempat di kediaman Om Kasmuri YC1MR, tim berdiskusi mengenai kegiatan DX Contest yang akan diikuti selama 2017.

Kontes pertama dari 5 Contest Agenda yang pada akhirnya disepakati oleh tim pada 6 bulan pertama di 2017 adalah CQ WW 160M – CW yang sekaligus merupakan comeback pertama kalinya dari sebagian anggota tim setelah penampilan terakhir mereka pada top band di 2011 bersama dengan rekan-rekan ORDA Jawa Barat, di mana saat itu callsign yang digunakan adalah YE1C. Setelah sekian tahun lamanya, akhirnya tim kontes kembali lagi ke Gunung Malang untuk mengikuti CQ 160M Contest – CW, yang kebetulan kali ini semua anggota tim adalah dari ORARI Lokal Bekasi dengan menggunakan Contest Call YE1K.

Persiapan dan Perjalanan

Berdasarkan informasi Om Kasmuri sebelumnya bahwa telah banyak perubahan di Gunung Malang, tim sepakat untuk melakukan beberapa rangkaian persiapan sebagai berikut :

  • 8 Januari 2017 : Sebagian anggota tim melakukan survey awal untuk menindaklanjuti informasi dari Om Kasmuri YC1MR sebelumnya, bahwa kondisi di Gunung Malang sudah berubah dengan bertambahnya 1 tower milik TVRI. Tim Survey ini terdiri dari Om Danu YF1DO, Om Awi YC1DPM, dan Om Kasmuri YC1MR
  • 12 Januari 2017 : Informasi hasil survey ke Gunung Malang dibahas dalam rapat koordinasi tim untuk persiapan kontes yang berlangsung di kediaman Om Kasmuri-YC1MR dan dihadiri oleh YB1CF (Yoyon), YC1DPM (Awi), YC1ME (Mawan), YC1MR (Kasmuri), YF1DO (Danu), YD1DGZ (Hendar), YD1DOQ (Oki), dan YD1OLG (Oleng). Dalam rapat tersebut, dibahas beberapa hal teknis meliputi perijinan, perubahan arrangement antenna untuk TX, logistik, persiapan peralatan, pembagian tugas, dan rencana perjalanan
  • 27 Januari 2017 : Pada jam 7:00 WIB, rombongan yang terdiri dari 2 kendaraan dengan 7 personnel berangkat dari Bekasi untuk bertemu di titik kumpul KM-39 Tol Jakarta-Cikampek di mana Kendaraan Om Danu sudah menunggu di sana. Setelah melakukan transfer personnel di KM-39, akhirnya rombongan utama ini yang terdiri dari 3 kendaraan berangkat menuju Gunung Malang dan sekitar 10.00 WIB tibalah rombongan di tempat tujuan.


Instalasi Antenna dan Setup Station

Sebelum aktifitas bongkar peralatan, diskusi singkat dilakukan oleh tim untuk menentukan titik penarikan antenna dipole yang akan dipergunakan untuk TX dan akhirnya disepakati bahwa antenna dipole akan diinstall dengan feed point pada menara TVRI lama dengan satu bentangan menuju triangle bekas antenna tribander dan bentangan lainnya ke arah menara lama yang berada di sisi sebelah timur laut dari feed point.

Foto 1 Station Gunung Malang dari Kejauhan

Pembagian tugas secara garis besar dibagi menjadi 3 tim kecil yaitu :

  • Persiapan sumber tenaga dan kelistrikan sampai dengan setup station dilakukan oleh tim yang terdiri dari Om Danu YF1DO, Om Awi YC1DPM dan Om Hendar YD1DGZ
  • Persiapan antenna dipole untuk TX, dan antenna beverage untuk RX dilakukan oleh tim yang terdiri dari Om Yoyon YB1CF, Om Kasmuri YC1MR, Om Mawan YC1ME, dan Om Oleng YD1OLG. Dibantu oleh Pak Enjang dan Pak Herman dari Pertamina
  • Logistik oleh Mbak Oki YD1DOQ


Instalasi feed point untuk dipole berikut tarikan salah satu sisi ke triangle di arah barat daya feedpoint bisa diselesaikan pada pukul 11.30 WIB. Selanjutnya tim sepakat untuk berisitirahat dulu dan melakukan ibadah sholat jumat bersama di mesjid terdekat.

Foto 2 Station Gunung Malang dari Kejauhan

Foto 3 Lokasi Feed Point untuk Dipole di Menara TVRI Lama

Foto 4 Menara untuk tarikan sisi dipole di arah timur laut feed point

Setelah sholat Jumat dan penarikan sisi dipole ke arah timur laut dari feed point dilakukan, selanjutnya dilakukan penarikan antenna beverage sebagai RX antenna. Instalasi antenna beverage yang akan ditarik dengan directivity ke arah utara ini memiliki tantangan sendiri mengingat medan yang dilalui cukup miring dengan inklinasi sekitar 30 – 45 derajat, dan melalui perkebunan tomat milik warga sekitar. Panjang elemen untuk beverage sendiri sekitar 160 meter ( 1 lambda ) dengan Matching Transformer yang digunakan adalah 9:1 dan terminating resistor sebesar 470 ohm di bagian ujung.

Foto 5 Skema Arrangement untuk Antenna Beverage di Gunung Malang

Foto 6 Pemasangan Impedance Transformer 9 1 untuk Beverage dan Grounding

Foto 7 Om Awi-YC1DPM (kiri) dan Om Hendar-YD1DGZ (kanan) menyusuri lereng untuk menarik beverage

Foto 8 Pemasangan Terminating Resistor di ujung sebalah utara

Foto 9 Berdiri kiri – kanan, Om Awi YC1DPM, Om Hendar YD1DGZ, Pak Herman Duduk kiri – kanan  Pak Enjang, Pak Rio

Tepat pada pukul 16:00 WIB, masih di Hari Jumat 27 Januari 2017, selesailah instalasi antenna baik TX maupun RX, berikut juga dengan penarikan kabel power dan transmission line ke ruang operator. Untuk station atau ruang operator sendiri kali ini bertempat di gedung Pertamina, berbeda dengan tahun-tahun terdahulu di mana ruang operator berada di gedung milik TVRI. Keputusan ini diambil setelah tim berdiskusi dengan berbagai macam pertimbangan baik teknis maupun non teknis.

Station Testing

Untuk memastikan bahwa saat kontes keesokan harinya semua peralatan yang sudah tersetup termasuk perangkat lunak bisa bekerja sebagaimana yang diharapkan, dilakukanlah pengetesan untuk contest station ini. Beberapa hari sebelumnya, tim juga telah mengatur SKED untuk komunikasi dengan Jim-W6YA di luar kontes pada waktu dan frekuensi yang ditentukan. Om Awi – YC1DPM berkesempatan untuk melakukan uji coba pada station yang baru disetup ini, sekaligus untuk pertama kalinya Om Awi berkomunikasi di top band menggunakan homecall. Perangkat yang digunakan adalah IC-7800 dengan linear EMTRON yang di-drive untuk mengeluarkan output power sebesar 500 watts saat uji coba sebelum kontes.

Setelah beberapa kali CQ untuk W6YA ON SKED belum mendapatkan respon, YC1DPM memutuskan untuk melakukan panggilan umum dan tepat pada 11.05 UTC datanglah panggilan pertama dari JHoINP. Bagi Om Awi pribadi, komunikasi dengan JH0INP bisa dikatakan sebagai komunikasi bersejarah, karena station tersebut merupakan station pertama yang berada di log-nya pada 160M band. Selamat untuk Om Awi !!!

Sayang sekali pada beberapa kali uji coba tersebut, Jim W6YA yang sudah mengatur SKED dengan tim, tidak berhasil untuk berkomunikasi kali ini, semoga masih ada lain waktu di mana tim pada akhirnya akan bisa berkomunikasi dengan W6YA.

Sesudah itu, makin banyak station yang memanggil YC1DPM selama antenna testing tersebut. Tercatat juga 2 stations dari Indonesia YC1YU (Om Urip) dan YB1CYD (Om Darmono) masuk dalam log YC1DPM. Bahkan sempat YC1DPM mengalami pile up pada malam tersebut. Hal ini sangat bisa dimaklumi mengingat YB Station masih merupakan rare station untuk top band. Tidak hanya itu saja, bahkan Om Awi sempat mendapatkan beberapa email pribadi yang menanyakan apakah benar YC1DPM sedang on air di 160M dan mereka juga berharap bahwa semoga ini adalah kenyataan dan mereka tidak sedang berkomunikasi dengan PIRATE !!! ..hi..hi.. Hal menggelikan yang sekali lagi bisa dimaklumi.

Pada hari Sabtu dini hari (28 Januari 2017) sekitar pukul 02.00 WIB atau 27 Januari 2017 19.00 UTC, rombongan ke-2 dari Bekasi tiba di lokasi yaitu Om Budi-YB1EME, Om Nyoman-YB1NWP dan seorang calon amatir Hendri, sehingga suasana makin meriah dengan dukungan tambahan dari beberapa amatir dari ORARI Lokal Bekasi.

Foto 10 OM Awi YC1DPM didampingi oleh Om Nyoman YB1NWP melakukan DX-ing pada 160m di luar kontes

Kira-kira 10 menit menjelang kontes dimulai (Jumat 27 Januari 2017 21.50 UTC) atau Sabtu 28 Januari 2017 04.50 WIB, Om Awi mengakhiri DX-ing pada top band yang sekaligus juga untuk antenna testing (dengan perolehan total QSO selama Station Testing tersebut sebanyak 59). Selanjutnya seluruh anggota tim bersiap-siap untuk memulai kontes yang diawali dengan berdoa terlebih dahulu.

Kontes Hari-1

Tepat pada 28 Januari 2017 Pukul 05.10 pagi (27 Januari 22.10 UTC), YE1K memulai kontes dengan QSO diawali oleh station dari West Malaysia 9M2/JE1SCJ masuk dalam log pertama YE1K. Tidak banyak station yang berhasil QSO dengan YE1K di pagi hari tersebut, tercatat hanya 9 stations yang in log, di mana salah satunya adalah top bander dari YB Land Om Ferry YC1COZ, sampai akhirnya pada 28 Januari 2017 pukul 06.30 WIB ( 27 Januari 2017 23.30 UTC ) propagasi sudah tidak lagi menguntungkan.

Foto 11

Dengan menutupnya propagasi pada siang hari, sebagian anggota tim memanfaatkan waktu ini untuk beristirahat, sementara sebagian lagi bersantai menikmati sejuknya hawa pegunungan. Dukungan untuk tim ini masih terus berlanjut setelah Om Heri YB1KAR datang di siang hari dari Bandung. Memang ajang DX Contest semacam ini selalu menjadi ajang berkumpul bagi anggota tim yang sehari-harinya berpencar karena aktifitas masing-masing.

Saat hari menjelang petang, operator yang bertugas saat itu Om Mawan YC1ME mulai melakukan CQ tepat pukul 10.00 UTC. Tidak terlalu lama bagi YE1K untuk mendapatkan jawaban karena beberapa saat setelah CQ dilakukan, Club Station dari Bogor YE1ZAL masuk. Namun, setelah pertukaran report terjadi, dan YE1ZAL masuk ke dalam log, tiba-tiba pesawat IC-7800 mati. Beberapa kali usaha untuk menghidupkan pesawat tidak membawa hasil sehingga troubleshoot segera dilakukan oleh Om Nyoman YB1NWP. Dari hasil troubleshoot yang dilakukan ini didapati bahwa internal power supply 5 VDC dari pesawat mengalami gangguan. Melihat kenyataan ini, tim sepakat untuk segera menggunakan pesawat cadangan IC-7300.

Mengingat pesawat IC-7300 tidak memiliki port untuk RX dan TX antenna, digunakanlah automatic switch tersendiri untuk mengakomodir kebutuhan RX dan TX antenna. Setting baik hardware maupun software selesai dilakukan dan setelah downtime kurang lebih selama 1 jam, YE1K siap untuk mengudara lagi.

Om Mawan YC1ME segera melakukan CQ setelah tim ini kehilangan waktu 1 jam, beberapa saat CQ dilakukan, masuklah Om Yon YB1UUU, dan setelah pertukaran report, akhirnya YB1UUU masuk sebagai station pertama dalam log YE1K dengan pesawat cadangan ini. Di hari pertama ini, QSO terus berlangsung sampai dengan minggu pagi 28 Januari 2017 pukul 23.41 UTC atau 29 Januari 2017 pukul 06.41 WIB dengan UD4F merupakan station terakhir di hari pertama yang berhasil masuk log YE1K sebelum propagasi menutup.

Berbeda dengan kontes-kontes yang lain, untuk kontes pada 160M ini operator tidak bekerja sendiri, melainkan dibantu oleh Co-Operator yang selain bertugas memastikan station yang masuk tercatat dengan benar, juga untuk membantu mendapatkan callsign dari station yang masuk secara utuh. Hal ini dilakukan mengingat pick up static noise yang sangat tinggi di top band, serta kondisi fading yang sangat mengayun. Adalah sesuatu yang sangat lumrah di top band contest ini jika terdapat station yang masuk sangat kecil bahkan tidak nampak dalam signal strength meter, atau station yang terdengar jelas namun tiba-tiba tenggelam oleh noise dan hanya bisa kita dapatkan sebagian dari callsign station tersebut. Di sinilah peran Co-Operator berjalan, untuk membantu Operator mendapatkan penggalan-penggalan callsign yang tidak tercopy dengan baik. Di akhir hari pertama, total 158 stations masuk dalam log YE1K.

Kontes Hari-2

Pada hari minggu sekitar pukul 09.00 WIB, Om Budi YB1EME, OM Nyoman YB1NWP, dan Hendri berpamitan untuk kembali ke Bekasi karena ada keperluan. Namun siang harinya sekitar jam 12.00, Om Joz YD1JZ dan Om Rizal YD1ORZ tiba di lokasi kontes dari Bekasi. Kedatangan Om Joz selain sebagai operator tambahan, juga untuk membawakan pesawat pengganti yang merupakan most demanded rig dari seluruh anggota tim jika beroperasi pada mode CW, yaitu Elecraft K3.

Menjelang petang hari sebelum akhirnya pesawat Elecraft K3 digunakan, terlebih dahulu dilakukan perbandingan antara IC 7300 dan Elecraft K3 untuk receive menggunakan RX antenna yang sama. Pengujian ini sengaja dilakukan dengan mencari signal CW dari suatu station yang sangat lemah sampai pada suatu ketika didapat signal yang benar-benar kecil dan terdengar di Elecraft K3, namun begitu antenna diswitch ke IC-7300, tiba-tiba signal tersebut tidak terdengar. Beberapa pengaturan dilakukan pada IC-7300 untuk memaksimalkan receive dari signal yang sangat kecil tersebut namun tetap tidak membawa hasil sesuai harapan, dan begitu antenna kita switch lagi ke Elecraft K3, signal lemah tersebut terdengar lagi, switch ke IC-7300 menghilang, switch lagi ke Elecraft K3 terdengar lagi.

Dari uji singkat tersebut, meyakinkan seluruh anggota tim untuk sepakat menggunakan Elecraft K3 menggantikan IC-7300 yang digunakan pada hari-1. Saat seluruh anggota tim sudah siap mendulang QSO dengan target melebihi perolehan di hari-1, saat seluruh anggota tim sangat senang dengan datangnya pesawat pengganti yang memang selama ini selalu menjadi andalan untuk mode CW, saat sudah terbayang bahwa kontes akan menjadi lebih menyenangkan di hari-2, ternyata cobaan bagi tim datang di saat semuanya memang sudah sangat terencana. Tak lama setelah linear amplifier di-ON kan, terdengar ledakan kecil yang mengharuskan tim mematikan semua peralatan. Kondisi makin tidak menguntungkan karena salah satu operator tim yang kebetulan juga merupakan teknisi tim yang handal yaitu Om Nyoman YB1NWP sudah kembali ke Bekasi.

Akhirnya diputuskan membongkar linear amplifier untuk memastikan penyebab timbulnya ledakan. Tidak seorangpun dari anggota tim yang tersisa di contest station saat itu terbiasa melakukan disassembling pada part linear. Sehingga diperlukan waktu yang sangat lama untuk melakukan pembongkaran.

Foto 12 Internal Part dari Linear Amplifier

Foto 13 Modul berisi ELCO yang ditengarai bermasalah pada linear amplifier

Setelah modul di mana rangkaian Electrolyte Capacitor terpasang berhasil dikeluarkan dan diperiksa, tim tidak dapat menemukan secara fisik bagian ELCO yang rusak, bahkan melihat adanya bekas warna hitam pada salah satu kaki resistor, hanya dilakukan pembersihan dan soldering ulang pada beberapa titik dan modul segera dipasang kembali.

Proses dari disassamble sampai reassemble part ini memakan waktu kurang lebih 2 jam. Setelah semua terpasang kembali, dan siap dilakukan pengetesan terhadap linear amplifier tersebut, hampir semua anggota tim yang tersisa duduk di lantai mengelilingi unit tersebut dengan perasaan tegang dan berharap usaha yang telah dilakukan membawa hasil. Cover belum terpasang, karena masih akan dilakukan pengetesan. Begitu Om Danu YF1DO memberikan isyarat untuk meng-ON kan linear, dan power sudah ON, seketika itu juga muncul ledakan yang lebih besar disertai dengan percikan api yang sangat jelas terlihat dari modul ELCO. Selesailah semuanya dan hampir semua yang berada di ruangan saat itu tertunduk lesu mengetahui kenyataan yang tengah mereka hadapi.

Karakter signal di 160M band yang sangat kuat dipengaruhi oleh perubahan densitas elektron di D-Region pada Ionosphere, menyebabkan tingkat penyerapan signal yang sangat besar dan secara langsung juga berpengaruh pada intensitas pelemahan yang terjadi, di samping beberapa fenomena lain yang sangat kompleks dan susah untuk diprediksi, menyebabkan perlunya daya pancar yang tinggi jika menginginkan hasil kontes yang maksimal. Dan baru saja harapan itu pupus dengan meledaknya rangkaian ELCO pada satu-satunya linear amplifier yang dibawa oleh tim dari Bekasi. Hal ini semakin diperkuat setelah pada siang hari sebelumnya, OM Mawan YC1ME sempat mendapatkan informasi dari Om Yon YB1UUU di Banten, di mana dia sangat kesusahan untuk bisa menembus EU dengan pancarannya yang hanya 100 watt.

Show must go on. Kenyataan pahit yang harus dihadapi oleh tim di hari-2 dan mungkin juga merupakan kenyataan yang pada akhirnya sangat mempengaruhi  hasil kontes secara keseluruhan, terlepas dari target awal tim untuk memperoleh total 323 QSOs. Tim ini baru saja kehilangan periode emas untuk bisa berkomunikasi dengan beberapa station di grey line area dari North America, dan juga beberapa station di belahan Asia Utara.

Diskusi dan rencana ulang dilakukan di ruang makan saat Mbak Oki YD1DOQ memanggil seluruh anggota tim untuk melakukan makan malam. Sementara Om Mawan YC1ME tetap berusaha mencari peruntungan dengan tetap melanjutkan kontes meski terpaksa harus running barefoot 100 watt. Perbedaan sangat terasa antara terdengar dan tidak dengan low power pada top band.

Malam ke-2 propagasi benar-benar terbuka namun YE1K lebih sering tidak terdengar dan tergencet oleh big stations yang beroperasi di atas dan bawah frekuensi kerja. Bahkan tidak jarang station yang beroperasi tepat di frekuensi kerja YE1K, sehingga diputuskan untuk melakukan scanning meskipun hal ini tidak akan memberikan hasil yang jauh berbeda, tercatat hanya segelintir station yang bisa masuk dalam log dan itupun adalah station dari JA dan HS, sementara beberapa station dari NA dan Asiatic Russia tidak bisa mendengar YE1K dengan baik.

Setelah 6 station sempat terjaring pada pada log YE1K, scanning dilakukan pada band edge untuk menghindari keramaian big guns dari EU maupun JA, sampai suatu ketika terdengarlah station dari USA yaitu K7CA melakukan CQ di sekitar band edge. Saat panggilan tersebut direspon oleh Om Mawan dengan “YE1K” pada spasi, tiba-tiba K7CA menghentikan CQ sesaat dan kembali dengan “1K 1K ?”. Seolah tersentak dengan respon dari K7CA yang sempat mendengar potongan dari YE1K, Om Mawan mencoba untuk membalas dengan mengirimkan “YE1K”, namun tetap K7CA belum bisa mengcopy dengan baik sampai 5 kali periode selalu berkahir dengan “AGN?”. Hingga pada saat K7CA kembali untuk ke-6 kalinya, terdengar signalnya lebih besar dari sebelumnya dan Om Mawan berpikir bahwa kondisi yang mulai terbuka ini harus dimanfaatkan dengan baik dilanjutkan dengan pengiriman “YE1K YE1K”. Tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi pada momen tersebut, di mana tak lama sesudah itu terdengar balasan dari K7CA yaitu “R R YE1K” diikuti dengan pertukaran report. Bahkan di akhir transmisi K7CA sempat mengirimkan 2 kali terima kasih dengan “TU TU”, yang dibalas oleh Om Mawan dengan 3 kali “TU TU TU” begitu masuk di log sebagai perwujudan rasa senang atas kesabaran K7CA untuk mendengarkan YE1K. Om Mawan tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya akan hal ini, demikian juga dengan rekan-rekan yang sedang menikmati makan malam, turut bergembira pada akhirnya dengan 100 watt masih bisa menembus USA. Thanks to K7CA for patience and good ear !

Sementara itu, dari diskusi di ruang makan, dan melihat kenyataan beratnya running 100 watt pada 160m band, Om Kasmuri berinisiatif untuk meminta bantuan salah seorang pegawainya di Bekasi untuk mengirimkan linear miliknya. Dibutuhkan sekitar 2-3 jam perjalanan dari Bekasi ke Gunung Malang dan tepat jam 9.00 WIB malam, linear tersebut diberangkatkan dari kediaman Om Kasmuri di Bekasi menuju Gunung Malang.

Selama menunggu linear cadangan datang, secara bergantian Om Heri YB1KAR dan Om Awi YC1DPM menggantikan Om Mawan untuk menjadi operator dengan tetap running barefoot 100 watt dan mencoba memanfaatkan peluang sekecil apapun. Tercatat hanya total 14 station bisa terjaring pada log YE1K selama memancar dengan 100 watt tersebut dengan periode operasi kurang lebih 7 jam. Salah satu station yang sempat terlog adalah Om Yana Koryana YB1AR.

Sekitar pukul 2300 WIB tibalah linear amplifier cadangan yang ditunggu dan setup segera dilakukan. Tepat pada 28 Januari 2017 pukul 23.24 WIB atau 16.24 UTC, tim sudah bisa memancar dengan power sekitar 500 – 600 watt dan tidak bisa diload lebih tinggi lagi mengingat unit mengalami panas berlebih saat diload lebih tinggi yang mengharuskan pintu dan jendela ruang operator harus dibuka untuk membantu proses perpindahan panas via natural convection, dan ini menyebabkan udara di ruangan menjadi sangat dingin.

Waktu sebelum kontes berakhir hanya tersisa sekitar 5.5 jam sampai akhirnya pada dini hari tim ini harus turun dengan 3 operator untuk mengejar ketinggalan dalam perolehan QSO. Awalnya Om Mawan YC1ME yang menjadi operator dengan 2 Co-Operators yaitu Om Joz YD1JZ dan Om Heri YB1KAR, sampai terjadi pertukaran operator untuk bergantian dalam menunaikan ibadah sholat subuh. Cara ini terbukti sangat efektif dalam mengatasi masalah saat terjadi heavy pile up yang disertai fading. Hal ini dikarenakan saat operator utama sedang fokus ke salah satu station, 2 co-operators sudah menyimpan station lain yang masuk bersamaan dan disimpan pada layar terpisah yang memudahkan operator utama untuk membaca station berikutnya. QSO rate menjadi naik ditambah dengan semangat tim untuk mengejar ketertinggalan setelah melalui beberapa kesulitan dan rugi waktu yang telah terjadi sebelumnya.

Foto 14

Di hari-2, setelah usaha yang dilakukan secara maksimal, tim akhirnya hanya bisa mendulang 129 QSOs tambahan sehingga di akhir kontes dan dilakukan rescoring pada logging software, diperoleh total 287 QSOs dengan claimed score 140,500. Sebagian besar adalah station dari EU dan JA, beberapa dari OC dan AF, dan hanya 3 stations saja dari Whiskey Land yang bisa masuk dalam log. Total perolehan yang tentunya jauh di bawah target 323 QSOs yang dicanangkan oleh tim di awal kontes, namun mengetahui kesulitan yang dihapadapi berkali-kali oleh Tim YE1K selama kontes berlangsung, hasil ini sangat patut disyukuri. Banyak pelajaran berharga diperoleh tim mengenai pentingnya unit cadangan saat melakukan kontes jauh dari home base. Sebenarnya hal tersebut sudah diperhitungkan oleh tim, di mana hampir semua peralatan yang dibawa sudah memiliki unit cadangan, sayangnya masih terlewat pada 1 unit yang tanpa cadangan dari awal, yaitu Linear Amplifier.

Seperti biasa, selalu merupakan perjuangan yang sangat berat untuk bisa bersaing dengan station dari KH di level Oceania, namun setidaknya kemunculan YE1K kali ini merupakan indikasi positif bagi anggota tim untuk bisa kembali aktif lagi di top band setelah beberapa tahun vakum. Terlebih lagi, pada tahun lalu hampir seluruh anggota tim merasakan kehilangan yang sangat mendalam atas berpulangnya seorang sahabat yaitu Om Johan Teranggi YC0LOW sebagai most active top bander di Indonesia, dan memegang DXCC di band ini. Selain dikenal sangat dekat dengan beberapa anggota senior tim pada beberapa tahun terakhir di masa aktifnya, Mbah Jo, demikian kami biasa memanggil beliau, juga turut andil dalam proses pembangunan station lama di Gunung Malang.

Dan entah suatu kebetulan atau tidak, bahkan hampir semua peralatan yang digunakan oleh YE1K selama kontes kali ini, sebelumnya adalah milik beliau yang diwariskan ke beberapa anggota tim. Peralatan tersebut antara lain : Beverage Antenna untuk RX, Palstar AT2K Antenna Tuner, dan Elecraft K3 yang hanya khusus untuk mode Cw (tanpa modul SSB).

Foto Gallery Serba-Serbi Kontes : Klik Di sini

Post Contest Review

Seperti pada pelaksanaan kontes-kontes yang lain baik saat signing menggunakan club station YE1ZAT maupun Contest Station YE1K, sebelum mengakhiri kegiatan di Gunung Malang, tim berkumpul untuk melakukan review kegiatan baik teknis maupun non-teknis terkait dengan pelaksanaan kontes yang sudah berakhir dan review kali ini dipimpin oleh YC1ME. Selama proses review, masing-masing anggota tim secara bergiliran memberikan opini masing-masing mengenai kegiatan yang sudah berlangsung termasuk mencoba untuk mencari kekurangan yang perlu dibenahi di kemudian hari, serta mempertahankan hal-hal yang dianggap sebagai terobosan positif.

Foto 26 Post Contes Review oleh Tim sebelum mengakhiri kegiatan

Di akhir review, Om Heri YB1KAR berkesempatan memberikan tauziyah singkat yang diakhiri dengan pembacaan doa.

Setelah selesai pembacaan doa, tim melakukan loading barang ke kendaraan dan bersiap-siap untuk kembali ke Kota Bekasi.

Foto 27 Persiapan terakhir tim sebelum bertolak kembali ke Bekasi Kiri-Kanan  YD1JZ, YB1KAR, YF1DO, YC1ME, YD1ORZ, YC1DPM, YC1MR, YD1DGZ, YD1DOQ, YD1OLG, Pak Enjang, YB1CF

Sampai jumpa pada kontes berikutnya di Mid-Februari 2017 (CQ WPX RTTY) dan semoga masih ada kesempatan untuk mengulang CQ 160 CW tahun depan di tempat yang sama, Gunung Malang, karena sejauh ini baru di sinilah tim merasakan sebagai tempat yang paling sesuai untuk beroperasi pada top band.

Perlengkapan Kontes :

  • Rig IC-7800 (digunakan saat antenna testing dan pembukaan kontes)
  • Rig IC-7300 (rig cadangan yang digunakan di hari-2)
  • Rig Elecraft K3 (rig utama yang digunakan pada hari-2)
  • EMTRON Linear Amplifier (PO 1kW digunakan di hari-1)
  • TOKYO HY-POWER Linear Amplifier (Unit Cadangan Tambahan, digunakan pada beberapa jam terakhir dengan PO 600 watts)
  • MFJ Versa Tuner (tuner utama)
  • Palstar AT2K (tuner cadangan)
  • Switching Power Supply 40A
  • Switching Power Supply 30A
  • MFJ Automatic Antenna Switching
  • 1 laptop Dell untuk logging
  • 1 laptop ThinkPad untuk cadangan
  • 2 LCD Monitor
  • Full Size Wire Dipole untuk TX Antenna
  • 160 Meter Uni-Directional Beverage untuk RX Antenna

 

Total Comments ( posted)
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top