Home | Berita | Menatap Masa Depan Satelit Indonesia dari Kantor di 'Cekungan' Bogor
Author : Font Size :   Normal   |   2X   |   4X   |   8X   |   10X
Menatap Masa Depan Satelit Indonesia dari Kantor di 'Cekungan' Bogor

Bogor - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sukses membuat satelit Lapan A2/Orari. Awal September, satelit itu dikirim ke India untuk diluncurkan. Bagaimana masa depan RI di dunia antariksa?

Kantor LAPAN terletak di Jl Cagak Satelit Km 04 Rancabungur, Bogor, Jawa Barat. Lokasinya sangat terpencil. Ada alasan tersendiri mengapa kantor itu berdiri di pinggiran.

"Syarat sebuah stasiun bumi, dia harus berada di daerah cekungan agar sinyal antena parabola yang menghubungkan dengan satelit tidak terganggu dengan sinyal-sinyal lainnya," kata Kepala Pustek Lapan Rancabungur, Suhermanto, kepada detikcom, pekan lalu

Kantor ini terdiri dari beberapa gedung. Dari pagar utama, gedung pertama yang akan kita temui yakni stasiun bumi Rancabungur yang menjadi tempat komunikasi dengan satelit. Di bagian atas gedung berdiri antena satelit berukuran besar yang dibeli dari Amerika Serikat. Antena itu berfungsi melacak pergerakan satelit Lapan A1/Tubsat dan beberapa satelit lainnya. Selain itu juga, ada antena transmisi dan antena parabola berukuran kecil yang dibuat ahli dari LAPAN dengan mengadaptasi antena milik AS yang mereka miliki.

Di belakang gedung itu, ada gedung utama yang menjadi gedung perkantoran LAPAN. Dalam gedung itu juga dibuat ruang AIT atau clean room tempat tim ahli merakit dan menguji satelit yang mereka buat.

Dalam kompleks yang luasnya tak sampai 1 ha ini, ada juga ruangan-ruangan yang digunakan untuk penelitian komponen-komponen satelit oleh para ahli. Sesungguhnya, lingkungan kantor LAPAN ini sangat kecil untuk ukuran kantor pengembangan satelit dan ruang antariksa. Hal ini pun diakui oleh Sumanto.

"Sekarang kita sedang mengupayakan untuk pembebasan lahan 5 ha di samping kantor kita," sambungnya.

Kantor ini dibuat di daerah cekungan untuk menghindari sinyal-sinyal komunikasi seperti BTS yang akan mengganggu sinyal komunikasi stasiun bumi dengan satelit. Namun, seiring dengan berkembangnya wilayah Bogor, sekitar kantor LAPAN mulai dipadati penduduk hingga akhirnya tiang-tiang BTS didirikan dan akhirnya agak mengganggu sinyal LAPAN.

"Ya kita tidak bisa berbuat banyak. Kalau di negara berkembang, di sekitar stasiun buminya akan dikosongkan untuk memastikan tak ada bangunan warga yang berdiri sehingga tak mengganggu proses komunikasi," ucapnya.

Selain Rancabungur, nantinya Lapan A2/Orari akan dipantau dan dikendalikan melalui 2 stasiun lagi yakni di Rumpin, Serpong dan Biak, Papua. Hal ini agar didapatkan gambaran Indonesia secara utuh. Satelit Lapan A-2 akan bergerak secara diagonal di sekitar khatulistiwa. Direncanakan, satelit tersebut mengorbit pada akhir September mendatang.

Total Comments ( posted)
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top

ORARI KEMBALI DIKENAL PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Berita
Monday, 1 August 2016 - 16:31 WIB

Satelit LAPAN-A2 Sampai di Orbit, Siap Jadi 'Mata' Untuk Laut Indonesia

Berita
Monday, 28 September 2015 - 09:00 WIB