Home | Berita | ORARI Bantu Pencarian 4 Pendaki Gunung Lawu yang Tersesat
Author : Font Size :   Normal   |   2X   |   4X   |   8X   |   10X
ORARI Bantu Pencarian 4 Pendaki Gunung Lawu yang Tersesat

Solo - Empat orang pendaki tersesat di Gunung Lawu akibat cuaca buruk. Seorang dari mereka ditemukan dalam kondisi kritis oleh peserta kemah, sedangkan tigalainnya masih dalam pencarian. Selama sepekan mereka tersesat tanpa makanan sedikitpun.Seorang diantaranya, Hartin, ditemukan dalam kondisi kritis dan menderita luka di beberapa begian tubuhnya.

Dia ditemukan peserta kemah di dekat bumi perkemahan Segorogunung, Ngargoyoso, sekitar 30 km dari Cemorokandang. "Setelah mendapat pertolongan pertama di rumah saya lalu Dartin kami bawa ke Puskesmas Ngargoyoso. Pukul 15.00 WIB oleh teman-teman sekerjanya dipindahkan ke Puskesmas Tawangmangu. Saat ini Hartin telah melewati kondisi kritisnya," ujar Sulhadiyanto, petugas Perhutani di Ngargoyoso.

Menurut penuturan Hartin, mereka mendaki bersama dari jalur pendakian Cemorokandang, Tawangmangu, Karanganyar, 14 Januari lalu. Tanggal 16 Januarisiang, setelah makan siang dan menghabiskan semua bekal, mereka berencana pulang melalui jalur yang sama. Namun sesampai di bawah Pos 4 pendakian Lawu, mereka dihadang hujan deras dan kabut tebal.Mereka adalah Hartin, Jaya Rastia dan Ahmad Sudirja yang ketiganya warga Indramayu. Seorang lagi adalah Topan Sugiarto warga Jateng, Karanganyar. Keempat orang tersebut adalah karyawan rumah makan milik PO Rosalia Indah.

Dalam kondisi gelap dan terus bergerak turun itulah, mereka tersesat. Bukannya menapaki jalur Cemorokandang di selatan tapi justru ke arah utara. Dalam kondisi semakin lemas, dua di antaranya terpaksa berhenti di tengah perjalanan sedangkan dua lainnya terus berjalan untuk mencari bantuan.

Namun seorang lagi akhirnya tidak mampu berjalan dan kembali bergabung dengan dua temannya yang lebih dulu menyerah. Tinggal seorang, yaitu Hartin, yang terus turun dan akhirnya setelah menemukan pipa saluran air lalu diikutinya. Minggu (22/1/2006) pukul 10.00 WIB Hartin telah tidak sadar oleh anak-anak yang sedang berkemah.

"Dia ditemukan tanpa bekal apa pun. Tas punggungnya sudah dibuang di perjalanan karena dirasa sangat memberati dalam kondisi fisik yang sudah lemah. Terakhir kali makan ketika masih di puncak hendak pulang. Semua bekal dihabiskan saat itu," kata Sulhadi mengutip pengakuan Hartin.

4 Tim Pencarian Senin (23/1/2006) pukul 06.00 WIB sebanyak 32 relawan dari berbagai organisasi melakukan pencarian yang dibagi dalam empat tim. Mereka berasal dari SAR Kabupaten Sragen, SAR UNS, Perhutani, AGL (Anak Gunung Lawu relawan dari para pemuda lereng Lawu), Orari, Rapi dan Pemkab Karanganyar.

Hartin mengaku kontak terakhir dengan ketiga temannya Sabtu pukul 15.00 WIB dengan cara saling berteriak. Saat kami tanyakan posisinya saat ini, Hartin mengaku tidak dapat menyebutkannya. Meskipun cuaca mendung namun jarak pandang tetap memungkinkan untuk operasi pencarian," ujar Jaya, seorang relawan dari Orari Solo.

Tapi, menurutnya, operasi tim pencarian mengarah ke hutan pinus di atas Segorogunung. Hal itu didasarkan ditemukannya jejak yang ditinggalkan Hartin dan tim akan terus menyusuri jejak tersebut. Hingga pukul 12.00 WIB, belum ada tanda-tanda tim menemukan korban. Bahkan dalam kondisi yang sering ekstrim di musim hujan, Jaya mengkhawatirkan keselamatan ketiganya.

"Bisa jadi mereka belum terbiasa mendaki gunung. Seharusnya mereka tidak menghabiskan seluruh bekalnya di puncak sebelum turun. Karena sisa bekal itu bisa digunakan untuk kebutuhan saat perjalan turun atau jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan seperti yang mereka alami itu," ungkap Brintik, Komandan SAR dari Sragen.

Pendakian Lawu dari arah barat terdapat tiga jalur yaitu jalur Cemorokandang, Cemorosewu dan Candi Ceto. Keempat pendaki itu bukannya mengarah ke jalur semula tapi justru mengarah ke jalur Ceto. "Namun juga tidak masuk jalur karena masih sekitar 10 km dari jalur Ceto. Mungkin mereka mengikuti jalur setapak pencari kayu atau pencari anggrek," lanjut Brintik.

Total Comments ( posted)
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia

Gedung Prasada Sasana Karya
Jl. Suryopranoto No. 8 - Jakarta 10130
Telp. : +62 21 6326788
Fax. : +62 21 6326785
Email : hq@orari.or.id
Facebook   Twitter   Google Plus   Pinterest   Youtube  
ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Copyright © 2016 ORARI - Organisasi Amatir Radio Indonesia
Seluruh materi dan konten dilindungi oleh hukum atas hak cipta
Organisasi Amatir Radio Indonesia Pusat
ORARI is a member of International Amateur Radio Union Region 3
Orari Pusat RSS   |   Member Update RSS   |   RSS   |   Atom
To Top

Gallery JBFD 2017

Berita
Wednesday, 26 April 2017 - 03:25 WIB

ORARI KEMBALI DIKENAL PEMERINTAH DAN MASYARAKAT

Berita
Monday, 1 August 2016 - 16:31 WIB